FIFA Batas Waktu 19 September 2026! Siapakah yang Akan Dapat US$40 Juta dari Rencana Penjualan Saham Piala Dunia?

Olahraga
Maya SariMaya Sari
Maya Sari
Maya Sari
Wartawan Olahraga

Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

FIFA Batas Waktu 19 September 2026! Siapakah yang Akan Dapat US$40 Juta dari Rencana Penjualan Saham Piala Dunia?
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Gianni Infantino beri tenggat 19 September 2026 untuk federasi sepak bola setuju jual saham Piala Dunia.
  • Setiap federasi dapat terima hingga US$40 juta (≈ Rp722,8 miliar) bila setuju dengan paket US$10 miliar.
  • Jika tolak, hanya US$2,7 miliar lewat program Forward yang tersedia, menimbulkan kontroversi besar di kalangan UEFA dan publik.

Presiden FIFA Gianni Infantino mengumumkan deadline 19 September 2026 untuk seluruh federasi anggota agar memutuskan apakah mereka akan menyetujui rencana investasi ambisius: penjualan saham minoritas Piala Dunia kepada pihak swasta. Infantino menjanjikan dana menggiurkan—hingga US$40 juta per federasi—bila mereka bergabung dalam paket senilai US$10 miliar yang dijadwalkan mulai 1 Januari 2027.

Jika mayoritas menolak, FIFA tetap menawarkan paket pengembangan Forward senilai US$2,7 miliar, namun jauh lebih kecil. Dalam suratnya, Infantino menegaskan: "Ini adalah peluang yang mengubah permainan. Pilih paket US$10 miliar atau tetap pada status quo dengan US$2,7 miliar." Contoh lain, kompetisi domestik seperti Piala Presiden 2026 juga menjadi sorotan.

Rencana ini didukung oleh ThriveCapital, perusahaan investasi yang dipimpin oleh Joshua Kushner—saudara Jared Kushner, menantu mantan Presiden AS Donald Trump. Dukungan tersebut menambah bumbu politik dan menimbulkan pertanyaan tentang transparansi serta potensi keuntungan pribadi Infantino.

Reaksi keras datang dari UEFA dan berbagai pihak yang menilai penjualan saham Piala Dunia mengancam "kesucian" sepak bola. Kritik tidak hanya soal nilai komersial, melainkan dugaan konflik kepentingan dan risiko mengalihkan kontrol turnamen paling bergengsi ke tangan investor swasta.

Analisis Pakar

Sebagai pengamat olahraga yang telah menelusuri dinamika sepak bola selama tiga dekade, saya melihat langkah FIFA ini sebagai strategi "cash‑in" yang berani namun berisiko tinggi. Di satu sisi, US$10 miliar dapat menjadi suntikan dana yang memperkuat infrastruktur, program pengembangan pemuda, dan kompetisi regional—sesuatu yang selama ini menjadi keluhan federasi kecil. Contohnya, pertandingan Indonesia Vs Timor Leste menunjukkan potensi pertumbuhan kompetisi di Asia.

Keberadaan Thrive Capital sebagai mitra utama menambah dimensi geopolitik. Keterkaitan dengan keluarga Kushner—yang memiliki jaringan politik kuat di Amerika Serikat—menimbulkan spekulasi bahwa keputusan ini tidak semata‑mata soal finansial, melainkan juga soal pengaruh politik global dalam sepak bola. Jika investasi ini berhasil, FIFA dapat mengubah model bisnisnya menjadi lebih mirip korporasi publik, dengan laporan ke pemegang saham dan tekanan untuk menghasilkan ROI yang tinggi.

Namun, risiko utama terletak pada reaksi federasi anggota. UEFA, sebagai kekuatan regional terbesar, telah menyuarakan penolakan tegas. Jika federasi utama menolak, FIFA akan terpaksa mengandalkan paket Forward yang jauh lebih kecil, yang pada gilirannya dapat menurunkan kredibilitas pimpinanannya. Lebih jauh, skandal potensi keuntungan pribadi Infantino dapat memicu investigasi independen, mengingat sejarah FIFA yang sarat skandal korupsi.

Kesimpulannya, keputusan ini bukan sekadar soal uang; ia menandai titik kritis dalam evolusi sepak bola modern—antara tradisi dan komersialisasi, antara kedaulatan federasi dan kekuasaan global. Apa yang akan terjadi pada 19 September 2026 akan menjadi penentu arah masa depan Piala Dunia dan, secara tidak langsung, masa depan sepak bola dunia.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apa yang dimaksud dengan penjualan saham minoritas Piala Dunia?
    A: FIFA berencana menjual sebagian kecil kepemilikan ekonomi turnamen kepada investor swasta, tanpa mengubah kontrol operasional FIFA.
  • Q: Berapa banyak dana yang dapat diterima federasi bila setuju dengan paket US$10 miliar?
    A: Setiap federasi berpotensi menerima hingga US$40 juta (sekitar Rp722,8 miliar) sebagai bagian dari paket pendanaan.
  • Q: Apa konsekuensi bila federasi menolak proposal ini?
    A: FIFA akan tetap menawarkan program Forward dengan total US$2,7 miliar, namun dana per federasi jauh lebih kecil dibandingkan paket utama.
Meow! Tanya Nesi!
😸