Jetour T2 i‑DM Diluncurkan di GIIAS 2026: SUV PHEV Petualang Rp688 Juta, Siap Guncang Pasar Indonesia

Ekonomi & Pasar
Dian KusumaDian Kusuma
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Jetour T2 i‑DM Diluncurkan di GIIAS 2026: SUV PHEV Petualang Rp688 Juta, Siap Guncang Pasar Indonesia
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Jetour T2 i‑DM, SUV plug‑in hybrid pertama Jetour di Indonesia, resmi dipamerkan pada GIIAS 2026.
  • Harga on‑the‑road Jakarta ditetapkan Rp688 juta, menargetkan segmen menengah‑atas yang menginginkan kemampuan off‑road dan efisiensi listrik.
  • Teknologi Intelligent Dual Mode (i‑DM) menggabungkan mesin bensin dan motor listrik, menjawab kekhawatiran infrastruktur pengisian daya di Jakarta dan kota‑kota lain.

Jakarta, CNBC Indonesia – Persaingan kendaraan elektrifikasi di tanah air kini semakin sengit. Jetour Motor Indonesia mengumumkan peluncuran resmi SUV plug‑in hybrid electric vehicle (PHEV) Jetour T2 i‑DM pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS 2026). Mobil berdesain petualang ini dibanderol dengan harga Rp688 juta OTR Jakarta, menempatkannya di antara kompetitor SUV premium yang mengusung teknologi hibrida.

Menurut Vice President Jetour Motor Indonesia, Caroline Ling, “Kami mengambil langkah selanjutnya dalam perjalanan elektrifikasi. Petualangan tidak boleh dibatasi oleh jarak, kondisi jalan, atau kekhawatiran tentang efisiensi.” T2 i‑DM dirancang untuk menjadi kendaraan serbaguna: cocok untuk penggunaan harian, perjalanan jarak jauh, bahkan menaklukkan medan yang menantang.

Intelligent Dual Mode (i‑DM) merupakan sistem plug‑in hybrid yang memadukan mesin bensin dengan motor listrik dalam satu rangkaian penggerak. Sistem ini memungkinkan kendaraan beroperasi secara listrik pada jarak pendek, sementara mesin bensin otomatis menyala ketika baterai menipis atau diperlukan tenaga ekstra. Pendekatan ini secara strategis menargetkan konsumen yang belum siap beralih sepenuhnya ke battery electric vehicle (BEV) karena masih mengkhawatirkan range anxiety dan ketersediaan stasiun pengisian.

Marketing Director Jetour Motor Indonesia, Ranggy Soemardjoko menegaskan, “Kombinasi mesin bensin dan motor listrik dioptimalkan untuk performa dan efisiensi. Efisiensi memang keunggulan PHEV, namun kami juga menonjolkan karakter adventure yang kuat.”

Analisis Pakar

Peluncuran Jetour T2 i‑DM harus dipandang dalam konteks kebijakan pemerintah Indonesia yang menargetkan 20% penetrasi kendaraan listrik pada 2025. Dengan insentif pajak dan rencana pembangunan jaringan pengisian daya, pasar BEV memang menjanjikan, namun realitas infrastruktur masih jauh dari ideal, terutama di luar kota‑kota besar. Di sinilah PHEV seperti T2 i‑DM menjadi “jembatan” yang sangat strategis. Ia menawarkan manfaat emisi yang lebih rendah tanpa menuntut konsumen untuk mengubah kebiasaan pengisian secara radikal.

Dari perspektif makroekonomi, segmen SUV premium dengan harga di bawah Rp700 juta membuka peluang bagi produsen asing untuk menembus kelas menengah‑atas yang tumbuh cepat berkat kenaikan daya beli. Namun, harga tersebut masih berada di atas rata‑rata mobil keluarga lokal, sehingga volume penjualan akan sangat bergantung pada persepsi nilai tambah teknologi i‑DM dan kemampuan Jetour dalam membangun jaringan layanan purna jual yang kredibel.

Sementara itu, produsen lain seperti Isuzu juga mencatat pertumbuhan penjualan yang signifikan di segmen SUV, menambah tekanan kompetitif bagi pemain baru.

Selain itu, strategi Jetour untuk menekankan “petualangan” dapat menarik konsumen di wilayah dengan kondisi jalan yang beragam, seperti Jawa Barat, Sumatera, dan Kalimantan. Namun, keberhasilan penjualan akan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan suku cadang dan kepercayaan konsumen terhadap merek yang relatif baru di pasar Indonesia. Kolaborasi dengan dealer lokal yang kuat dan program pembiayaan yang kompetitif akan menjadi faktor penentu.

Secara keseluruhan, T2 i‑DM bukan sekadar penambahan model baru, melainkan sinyal bahwa produsen asing mulai menyesuaikan portofolio mereka dengan realitas pasar Indonesia: kebutuhan akan fleksibilitas, efisiensi bahan bakar, dan kesiapan infrastruktur yang masih berkembang. Jika Jetour dapat mengoptimalkan jaringan layanan dan menawarkan paket pembiayaan yang menarik, SUV PHEV ini berpotensi mencuri pangsa pasar dari kompetitor tradisional seperti Toyota, Mitsubishi, dan Hyundai.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Berapa jarak tempuh listrik yang dapat dicapai Jetour T2 i‑DM dengan satu kali pengisian?
    A: Sekitar 70‑80 km dalam kondisi kota, cukup untuk perjalanan harian rata‑rata.
  • Q: Apakah ada insentif pemerintah untuk pembelian PHEV seperti T2 i‑DM?
    A: Ya, pembeli PHEV dapat menikmati pengurangan pajak penjualan (PPN) dan tarif bea masuk yang lebih rendah dibandingkan BEV.
  • Q: Bagaimana jaringan layanan purna jual Jetour di Indonesia?
    A: Jetour Motor Indonesia telah menandatangani kerja sama dengan dealer utama di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan, serta merencanakan pusat layanan khusus di setiap wilayah utama.
Meow! Tanya Nesi!
😸