Tom Holland Blak-blakan: Ogah Promosi Film Jelek, Pilih 'Mager' dan Jujur ke Fans!

Selebriti
Rio DewantoRio Dewanto
Rio Dewanto
Rio Dewanto
Kritikus Film

Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

Tom Holland Blak-blakan: Ogah Promosi Film Jelek, Pilih 'Mager' dan Jujur ke Fans!
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Tom Holland mengaku pernah membintangi film yang menurutnya jelek dan malas mempromosikannya karena tidak mau membohongi penggemar.
  • Kini ia sangat antusias menjalani tur pers untuk dua film blockbuster terbarunya, The Odyssey dan Spider-Man: Brand New Day, yang ia banggakan.
  • Holland belajar teknik promosi profesional dari lawan mainnya di The Odyssey, Anne Hathaway, yang ia sebut sebagai guru dadakan.

Nadia Putri, Jakarta – Jujur kadang memang pahit, tapi itulah yang bikin Tom Holland makin dicintai penggemar. Aktor lincah pemeran Spider-Man ini baru saja membongkar rahasia kelam di balik layar Hollywood: tidak semua film yang ia bintangi itu bagus, dan ia pernah benar-benar 'mager' alias malas gerak saat harus menjual proyek 'sampah' tersebut ke publik.

Dalam obrolan santai di Dish Podcast yang tayang 22 Juli lalu, Tom Holland secara mengejutkan mengaku pernah berada di posisi serba salah. Bayangkan, Anda harus berdiri di depan kamera, tersenyum manis, dan merayu penonton untuk membeli tiket, sementara hati kecil Anda berteriak, ā€œMending kamu rebahan di rumah aja, deh.ā€

"Saya benar-benar menikmatinya. Ketika menjalani promosi untuk film yang benar-benar kamu banggakan, semuanya terasa sangat mudah," ujar Tom Holland seperti dikutip dari Variety. "Karena ketika orang bertanya mengapa mereka harus menonton film itu, kamu tidak sedang membohongi siapa pun. Kamu memang benar-benar merasa mereka harus menontonnya."

Namun, cerita berubah drastis untuk proyek-proyek yang kurang beruntung. Holland dengan polosnya menirukan dialog batinnya saat mempromosikan film buruk: "Tapi saya pernah mengalami situasi ketika orang bertanya, 'Kenapa kami harus menonton film ini?' dan di dalam hati saya berpikir, 'Sebenarnya tidak usah, karena film ini jelek,'" katanya sambil tertawa.

Beruntung, era 'kemalasan' itu tampaknya sudah berakhir. Musim panas ini, Holland sedang dalam honeymoon phase dengan dua proyek raksasa yang sangat ia cintai. Ia menyebut rangkaian promosi kali ini sebagai "putaran kemenangan". Dua film tersebut adalah adaptasi epik The Odyssey karya Christopher Nolan, dan tentu saja, Spider-Man: Brand New Day.

Di The Odyssey, Holland berperan sebagai Telemachus, sang pangeran Ithaca yang nekat mencari ayahnya, Odysseus (Matt Damon). Di sisi lain, Spider-Man: Brand New Day akan menampilkan sisi Peter Parker yang benar-benar baru. Setting cerita empat tahun setelah No Way Home, Peter kini hidup sebatang kara setelah semua orang yang ia cintai lupa akan dirinya. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 29 Juli 2026.

Menariknya, di tengah padatnya jadwal, Holland justru merasa sedang 'sekolah' lagi. Ia mengaku banyak belajar dari seniornya, Anne Hathaway, yang menjadi lawan mainnya sebagai Penelope. "Saya berkesempatan duduk bersama Anne Hathaway selama tiga hari terakhir untuk menjalani berbagai sesi promosi. Bagi saya, itu menjadi pengalaman belajar yang luar biasa. Dia benar-benar sangat profesional," puji Holland.

Analisis Pakar

Oleh: Nadia Putri, Editor Hiburan

Jujur saja, pengakuan Tom Holland ini seperti angin segar di tengah industri yang seringkali penuh dengan basa-basi dan kebohongan yang sudah menjadi rahasia umum. Di era di mana setiap aktor dituntut untuk menjadi 'salesman' ulung lewat media sosial dan tur pers global, mendengar seorang A-lister blak-blakan mengatakan "film gue jelek, nggak usah ditonton" adalah sebuah pemberontakan kecil yang sangat manusiawi. Ini bukan sekadar candaan; ini adalah bukti bahwa integritas seorang seniman bisa saja berbenturan keras dengan tuntutan kontrak studio. Holland secara tidak langsung menyuarakan kegelisahan banyak aktor yang mungkin terjebak dalam proyek 'abu-abu' demi uang atau sekadar memenuhi perjanjian.

Yang membuat fenomena ini menarik adalah posisi tawar Holland saat ini. Ia bisa sejujur ini karena ia sedang berada di puncak karirnya. Bandingkan dengan aktor pendatang baru yang mungkin tidak punya keberanian untuk menolak proyek atau bahkan mengkritiknya. Kejujuran ini adalah sebuah kemewahan yang hanya bisa dimiliki oleh bintang sekelas dia. Ini menunjukkan bahwa 'power' di Hollywood tidak hanya soal bayaran, tapi juga soal kebebasan untuk berkata 'tidak' atau bahkan 'ini sampah'. Dan lihatlah, ketika ia mempromosi film yang ia cintai seperti *The Odyssey* dan *Spider-Man 4*, energinya berbeda. Antusiasme itu tidak bisa dipalsukan. Penonton bisa membedakan mana senyum yang dibayar dan mana senyum yang lahir dari rasa bangga.

Lalu, ada faktor Anne Hathaway. Menarik melihat bagaimana Holland, yang sudah menjadi megastar, masih merendahkan hati untuk belajar dari rekannya. Ini menunjukkan bahwa 'sekolah akting' tidak pernah berhenti, termasuk dalam hal yang terlihat sepele seperti press junket. Hathaway dikenal sebagai salah satu aktris dengan etos kerja dan profesionalisme tinggi di Hollywood. Belajar darinya bukan hanya soal teknik wawancara, tapi juga soal bagaimana membangun narasi dan menjaga energi positif selama berjam-jam menghadapi pertanyaan yang mungkin itu-itu saja. Ini adalah soft skill yang seringkali diremehkan, padahal krusial untuk menjaga kewarasan dan citra film.

Ke depan, saya rasa pengakuan ini justru akan meningkatkan kepercayaan fans terhadap selera Holland. Jika Tom Holland bilang filmnya bagus, kita akan lebih percaya. Jika dia diam seribu bahasa untuk proyek tertentu di masa depan, kita mungkin sudah bisa menebak kualitasnya. Ini adalah strategi branding yang tidak disengaja namun brilian: membangun kredibilitas melalui kejujuran yang brutal. Dan untuk *Spider-Man: Brand New Day*, dengan segala beban emosional Peter Parker yang sendirian, sepertinya kita memang wajib menyiapkan tisu. Jika Holland seantusias ini, sepertinya kita tidak akan dikecewakan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q: Film jelek apa yang dimaksud Tom Holland?
A: Tom Holland tidak menyebutkan judul spesifik film yang ia anggap jelek. Ia hanya mengakui bahwa ia pernah berada dalam situasi mempromosikan proyek yang tidak ia sukai dan tidak ia rekomendasikan untuk ditonton.

Q: Kapan Spider-Man: Brand New Day tayang di Indonesia?
A: Film keempat Spider-Man yang dibintangi Tom Holland ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 29 Juli 2026, mengambil latar empat tahun setelah peristiwa *No Way Home*.

Q: Apa peran Tom Holland di film The Odyssey?
A: Dalam film *The Odyssey* garapan Christopher Nolan, Tom Holland berperan sebagai Telemachus, putra dari Odysseus (Matt Damon) dan Penelope (Anne Hathaway), yang bertekad mencari ayahnya.

Meow! Tanya Nesi!
😸