VAR Salah! IFAB Ungkap Kesalahan Wasit Argentina vs Swiss, Embolo Harusnya Tidak Dikeluarkan
Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Ringkasan Singkat
- IFAB mengkonfirmasi kesalahan VAR dalam pertandingan Argentina vs Swiss Piala Dunia 2026, menyalahgunakan protokol identifikasi pemain.
- Breel Embolo seharusnya hanya mendapat kartu kuning pertama; kartu kuning kedua yang mengakibatkan pengusirannya tidak sah.
- Kesalahan ini mengubah aliran pertandingan, mengakibatkan Swiss bermain dengan 10 pemain dan kalah 1-3 dalam perpanjangan.
Pada pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Swiss, wasit memberikan kartu kuning kedua kepada Breel Embolo pada menit ke-74 setelah sebelumnya mendapat kartu kuning pertama karena pelanggaran ringan. Namun, setelah penyelidikan IFAB, ternyata penggunaan VAR dalam situasi tersebut tidak sesuai dengan protokol.
IFAB menjelaskan bahwa VAR hanya boleh digunakan untuk mengidentifikasi pelanggaran yang dilakukan oleh seorang pemain, bukan untuk membatalkan atau mengubah keputusan kartu yang sudah diberikan kecuali ada kesalahan identitas pemain. Dalam kasus ini, wasit salah mengira bahwa kartu kuning pertama yang diberikan kepada Leandro Paredes bisa dibatalkan lewat VAR, padahal aturan tidak mengizinkan hal itu.
Akibatnya, Embolo dianggap telah menerima kartu kuning kedua dan dikeluarkan, sementara kartu kuning Paredes otomatis dibatalkan. Swiss yang tinggal 10 pemain akhirnya kalah 1-3 setelah dua kali perpanjangan 15 menit, hasil yang mungkin berubah jika keputusan wasit tidak salah.
Klarifikasi IFAB ini membuka diskusi luas tentang sebarang penggunaan VAR di turnamen besar, dan menuntut pelatihan wasit yang lebih ketat agar tidak terjadi penyalahgunaan bantuan video lagi.
Analisis Pakar
Sebagai pengamat olahraga yang telah mengikuti perkembangan VAR sejak diperkenalkan, saya melihat kesalahan ini sebagai tanda bahwa teknologi masih memerlukan panduan yang jelas dan konsistensi dalam pelaksanaan.
Protokol IFAB yang menyatakan VAR hanya boleh digunakan untuk identifikasi pemain menunjukkan bahwa semakin banyak kita mengandalkan video, semakin kita harus waspada terhadap interpretasi wasit. Dalam kasus Argentina vs Swiss, wasit terlalu ingin 'memperbaiki' keputusan kartu kuning Paredes, padahal seharusnya mereka hanya fokus pada apakah ada kesalahan identitas yang perlu ditinjau.
Dampak psikologis pada tim Swiss juga tidak boleh diabaikan. Bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-74 mengubah seluruh taktik tim, memaksa mereka bertahan lebih dalam dan mengurangi serangan. Jika Embolo tetap di lapangan, kemungkinan Swiss bisa menahan skor atau bahkan mencari gol sama-sama, mengubah alur perempat final secara signifikan.
Dari perspektif manajemen turnamen, IFAB harus segera mengeluarkan teknis pelatihan khusus untuk wasit VAR, termasuk simulasi situasi seperti ini, serta menetapkan mekanisme pengawasan yang lebih ketat agar setiap penggunaan VAR dapat dipertanggungjawabkan secara transparan. Hanya dengan langkah-langkah seperti ini, kita dapat menjaga integrasi teknologi tanpa mengorbankan keadilan kompetisi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Mengapa IFAB menyatakan kartu merah Embolo salah?
A: Karena VAR hanya boleh digunakan untuk identifikasi pemain, bukan untuk membatalkan kartu kuning pertama yang diberikan kepada Paredes. - Q: Apa dampak kesalahan VAR ini terhadap hasil pertandingan?
A: Swiss harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-74, yang berakhir dengan kekalahan 1-3 dalam perpanjangan; hasil mungkin berbeda jika Embolo tidak dikeluarkan. - Q: Apakah IFAB akan mengubah prosedur VAR setelah insiden ini?
A: IFAB menegaskan akan meningkatkan pelatihan wasit VAR dan mekanisme pengawasan agar penggunaan VAR sesuai protokol di turnamen mendatang.


