90 Asosiasi FIFA Tolak Rencana Infantino Jual Saham Piala Dunia – Benteng Kekuatan UEFA & CONCACAF!
Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Ringkasan Singkat
- 90 asosiasi anggota FIFA, termasuk UEFA dan CONCACAF, menolak keras rencana GianniInfantino menjual saham Piala Dunia ke investor swasta.
- UEFA memimpin penolakan bersama 55 anggotanya, sementara 41 anggota CONCACAF juga menolak, menandakan hampir setengah federasi FIFA menentang.
- AFC mengeluarkan pernyataan kritis, menuntut transparansi dan tata kelola yang baik sebelum keputusan komersial besar diambil.
Gelombang protes kini menggelora di dunia sepak bola! Sebanyak 90 asosiasi anggota FIFA menolak rencana ambisius Presiden FIFA, GianniInfantino, untuk menjual saham Piala Dunia kepada investor swasta. Gerakan penolakan ini datang dari dua konfederasi raksasa: UEFA (Eropa) dan CONCACAF (Amerika Tengah, Utara, dan Karibia).
UEFA, dengan tegas, menolak proposal yang mengusulkan transfer kepemilikan saham Piala Dunia ke pihak swasta yang nantinya dapat mengangkat Infantino menjadi ‘komisaris’ perusahaan setelah masa jabatannya berakhir pada 2031. Lebih dari 55 anggota UEFA bersatu dalam satu suara bulat, menolak keras gagasan tersebut.
Tak kalah semangat, CONCACAF juga mengeluarkan penolakan tegas. Dari 41 anggota konfederasi, mayoritas menolak rencana Infantino, bahkan ada yang kehilangan kepercayaan pada pemimpin FIFA tersebut, sebagaimana dilaporkan dalam pertemuan daring darurat.
Dengan total 90 asosiasi menolak, angka ini hampir setengah dari total 211 asosiasi di bawah naungan FIFA. Sementara itu, AFC menyuarakan kekecewaannya, menekankan bahwa setiap inisiatif harus berlandaskan prinsip integritas, transparansi, dan konsultasi yang berarti.
Analisis Pakar
Penolakan masif ini bukan sekadar soal finansial, melainkan pertarungan strategis antara visi komersial global dan kedaulatan sepak bola nasional. Infantino berusaha mengubah model kepemilikan tradisional menjadi entitas yang lebih “korporat”, namun langkah itu menimbulkan kegelisahan di antara federasi yang khawatir kehilangan kontrol atas aset paling berharga dalam olahraga: Piala Dunia.
UEFA, sebagai konfederasi paling kuat, mengirim sinyal jelas bahwa mereka tidak akan menyerahkan hak eksklusif atas turnamen bergengsi ini kepada pihak swasta. Ini bukan hanya soal uang, melainkan tentang melindungi warisan budaya sepak bola Eropa yang telah dibangun selama lebih dari satu abad.
CONCACAF, meski lebih kecil dalam hal sumber daya, menunjukkan solidaritas yang menggetarkan. Penolakan mereka menandakan bahwa bahkan konfederasi dengan pasar yang sedang berkembang tidak mau menjadi pion dalam permainan bisnis besar tanpa jaminan transparansi dan partisipasi.
AFC menambahkan dimensi penting: tata kelola yang baik. Tanpa proses konsultasi yang inklusif, keputusan semacam ini dapat memicu fragmentasi dan menurunkan kepercayaan pada FIFA sebagai otoritas tertinggi. Jika tidak ditangani dengan hati-hati, kita bisa menyaksikan perpecahan yang mengancam stabilitas kompetisi internasional.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Mengapa UEFA menolak rencana penjualan saham Piala Dunia?
A: UEFA menilai bahwa penjualan saham kepada investor swasta dapat mengurangi kontrol konfederasi atas turnamen utama dan mengancam prinsip integritas serta tata kelola sepak bola. - Q: Apa dampak penolakan CONCACAF terhadap rencana Infantino?
A: Penolakan CONCACAF menambah tekanan politik, menunjukkan bahwa hampir setengah federasi FIFA menolak, sehingga memaksa FIFA untuk meninjau kembali atau membatalkan rencana tersebut. - Q: Bagaimana AFC menanggapi proposal penjualan saham ini?
A: AFC menyatakan kekecewaannya dan menekankan pentingnya transparansi, tata kelola yang baik, serta konsultasi menyeluruh sebelum keputusan komersial besar diambil.


