Jetour T2 i‑DM Banjir Garansi 6‑Tahun: Rahasia Harga Bekas Tetap Tinggi!
Membawa perspektif segar dalam dunia otomotif roda dua dari kacamata perempuan.

Ringkasan Singkat
- Jetour tawarkan garansi 6 tahun tanpa batas kilometer untuk T2 i-DM, plus garansi listrik 8 tahun/160.000 km.
- Free maintenance 3 tahun atau 30.000 km mendorong pemilik ke bengkel resmi, menjaga nilai jual kembali.
- Strategi garansi dijelaskan oleh Michael Budihardja di GIIAS 2026, menekankan riwayat perawatan sebagai aset bagi pembeli second‑hand.
Jetour menaruh taruhan besar pada kebijakan garansi ultra‑panjang untuk menstabilkan harga bekas kendaraan mereka. Menurut Michael Budihardja, Sales & Network Director PT Jetour Sales Indonesia, garansi bukan sekadar janji, melainkan mekanisme kontrol kualitas yang memastikan mobil tetap dalam kondisi prima hingga berpindah tangan.
“Kalau dibilang second hand, salah satunya kita sudah menyediakan garansi itu tadi. Garansi itu kan sebenarnya bagaimana cara kita menjaga mobil agar tetap dalam kondisi prima, baik, terawat,” ujarnya saat konferensi pers Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 pada Jumat, 31 Juli.
Garansi terpanjang saat ini melekat pada Jetour T2 i-DM. Model ini mendapatkan garansi kendaraan 6 tahun tanpa batas kilometer, mencakup seluruh rangka dan mesin. Sementara sistem kelistrikan—Power Battery, Drive System, Control System, Drive Motor, dan Motor Controller—diberi garansi terpisah 8 tahun atau hingga 160.000 km.
Tak hanya itu, pembeli T2 i‑DM juga dibebaskan dari biaya perawatan berkala selama 3 tahun atau hingga 30.000 km. Jadwal servis yang tercantum dalam buku servis resmi menjadi acuan, dan semua layanan dilakukan di jaringan bengkel resmi Jetour.
Deputi Direktur After‑sales PT Jetour Sales Indonesia, Wildan Suyuthi, menegaskan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari layanan purna jual yang berkelanjutan: “Kami ingin memastikan setiap konsumen mendapatkan rasa tenang dalam perjalanan mereka, mulai dari dukungan garansi dan perawatan berkala, ketersediaan suku cadang, hingga layanan konsumen yang siap membantu ketika dibutuhkan.”
Strategi free maintenance ini juga berfungsi sebagai magnet bagi pemilik untuk kembali ke bengkel resmi, memperkuat jejak perawatan yang tercatat rapi—faktor krusial yang meningkatkan nilai jual kembali di pasar second‑hand.
Analisis Pakar
Sebagai Doni Surya, saya melihat langkah Jetour ini sebagai strategi diferensiasi yang cerdas dalam segmen SUV menengah‑atas yang semakin kompetitif. Garansi 6 tahun tanpa batas kilometer menandakan kepercayaan produsen terhadap durabilitas platform modular yang dipakai pada T2 i‑DM. Dari sudut pandang teknik, ini berarti komponen struktural—sasis, rangka, dan powertrain—telah dirancang dengan toleransi keausan yang sangat rendah, serta material anti‑korosi yang teruji.
Garansi listrik 8 tahun/160.000 km menambah lapisan perlindungan pada high‑voltage architecture. Mengingat degradasi baterai biasanya menjadi titik lemah EV, Jetour harus menyertakan manajemen termal yang canggih, BMS (Battery Management System) yang dapat menyeimbangkan sel secara real‑time, serta pendinginan aktif yang menjaga suhu operasional di zona optimal. Jika tidak, klaim garansi akan menjadi beban finansial yang berat.
Free maintenance selama 3 tahun juga bukan sekadar gimmick. Dengan memaksa pemilik kembali ke dealer, Jetour dapat mengumpulkan data telemetri real‑time, mengidentifikasi pola kegagalan dini, dan melakukan over‑the‑air updates bila diperlukan. Ini meningkatkan vehicle health score yang pada gilirannya menjadi nilai jual tambahan saat mobil masuk pasar second‑hand. Pembeli bekas kini dapat memeriksa riwayat servis digital yang terintegrasi dengan platform Jetour, menurunkan risiko “lemot” atau “surprise” pada inspeksi.
Namun, tantangan terbesar tetap pada jaringan layanan purna jual di Indonesia. Ketersediaan suku cadang asli, kecepatan respon warranty claim, dan kualitas teknisi di bengkel resmi akan menentukan apakah kebijakan ini dapat dipertahankan secara berkelanjutan. Jika Jetour gagal menutup kesenjangan ini, garansi panjang justru dapat menjadi bumerang—pemilik akan menuntut perbaikan cepat, sementara dealer terpaksa menanggung biaya tinggi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Apa saja yang termasuk dalam garansi 6 tahun Jetour T2 i‑DM?
A: Garansi mencakup seluruh kendaraan (rangka, bodi, mesin) tanpa batas kilometer, serta garansi terpisah untuk sistem listrik selama 8 tahun atau 160.000 km. - Q: Bagaimana cara mengklaim free maintenance selama 3 tahun?
A: Pemilik cukup membawa mobil ke bengkel resmi Jetour dengan membawa buku servis; layanan perawatan rutin akan dilakukan tanpa biaya hingga mencapai 30.000 km atau 3 tahun, mana yang tercapai lebih dulu. - Q: Apakah garansi listrik mencakup penggantian baterai utama?
A: Ya, garansi listrik meliputi Power Battery, Drive Motor, Motor Controller, dan Control System, dengan batas maksimal 8 tahun atau 160.000 km, tergantung mana yang lebih dulu tercapai.
Jetour EV baru menjadi contoh nyata bagaimana produsen menggabungkan inovasi produk dengan layanan purna jual yang komprehensif.

