Mengejutkan! Drummer PAS Band Ungkap Trisno Sempat Derita Sumbatan Otak Sebelum Gagal Ginjal
Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Ringkasan Singkat
- Drummer Sandy mengungkap kondisi Trisno sebelum wafat: gagal ginjal plus dua sumbatan pembuluh darah di otak.
- Operasi darurat di Depok berhasil, namun Trisno tetap mengalami kejangākejang dan saturasi oksigen yang fluktuatif.
- Sandy terus memotivasi sahabatnya dengan rencana manggung, sambil meminta doa dari fans dan rekan band PAS Band.
Berita duka datang dari dunia musik Indonesia. Trisno, sang drummer legendaris PAS Band, resmi dipulangkan setelah berjuang melawan komplikasi kesehatan yang cukup kompleks. Bukan sekadar gagal ginjal, ternyata ada dua sumbatan pembuluh darah di kepalanya yang berpotensi memicu stroke.
"Ada dua sumbatan di kepalanya, kalau dibiarkan bisa jadi stroke," kata Sandy saat ditemui di Depok pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Tim medis langsung merekomendasikan operasi untuk membuka aliran darah, dan prosedur tersebut pun dilaksanakan di sisi kanan kepala Trisno.
Setelah operasi, dokter menyatakan prosedur berjalan berhasil. Namun, kondisi pascaāoperasi tidak sepenuhnya stabil. Trisno mengalami kejangākejang berulang dan saturasi oksigennya turunānaik, memaksa tim ICU melakukan pemantauan intensif.
"Kritis, saturasi turun, kemudian alhamdulillah stabil lagi. Saturasi turun lagi, stabil lagi," ujar Sandy sambil menahan haru. Ia pun tak hentiāhentinya mengirimkan semangat kepada sahabatnya: "Ayo Bro kuat, kuat, kita mau manggung di Subang tanggal 8 nanti!"
Meski sudah berjuang keras, Trisno akhirnya menghembuskan napas terakhirnya. Keluarga, rekan band, dan jutaan penggemar kini berduka, sekaligus mengirimkan doa dan Fatihah untuknya.
Analisis Pakar
Kasus Trisno menyoroti betapa pentingnya deteksi dini masalah vaskular pada atlet musik yang sering mengabaikan gejala ringan. Sumbatan pembuluh darah di otak, atau yang dikenal sebagai cerebral artery stenosis, dapat berkembang perlahan tanpa gejala yang jelas, namun bila dibiarkan, risiko stroke meningkat secara eksponensial. Dalam konteks ini, peran dokter spesialis saraf dan nefrologi sangat krusial untuk melakukan skrining komprehensif, terutama pada individu dengan riwayat penyakit ginjal.
Selain itu, keputusan untuk melakukan operasi darurat pada Trisno menunjukkan ketepatan respons medis. Namun, keberhasilan prosedur tidak sertaāmerta menjamin pemulihan total, mengingat komplikasi pascaāoperasi seperti kejang dan fluktuasi saturasi oksigen. Hal ini menegaskan perlunya monitoring intensif di unit perawatan khusus, serta kolaborasi multidisiplin antara ahli saraf, anestesi, dan fisioterapis untuk mengoptimalkan rehabilitasi.
Dari sisi psikologis, dukungan moral yang diberikan oleh Sandy dan rekanārekan band sangat berpengaruh pada kualitas hidup pasien. Penelitian menunjukkan bahwa motivasi sosial dapat menurunkan tingkat stres dan memperbaiki respons imun, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi proses penyembuhan. Sayangnya, dalam kasus Trisno, kondisi medis yang sudah kritis tidak dapat diatasi sepenuhnya meski ada dukungan emosional yang kuat.
Ke depan, industri musik Indonesia perlu lebih memperhatikan kesehatan anggotanya. Program pemeriksaan rutin, edukasi tentang tandaātanda awal penyakit vaskular, serta penyediaan fasilitas kesehatan di lingkungan studio dan panggung dapat menjadi langkah preventif yang signifikan. Tragedi ini seharusnya menjadi panggilan bangun bagi semua pihak untuk menempatkan kesehatan di atas panggung.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Apa penyebab utama sumbatan pembuluh darah di otak?
- A: Penyumbatan biasanya disebabkan oleh penumpukan plak aterosklerotik, hipertensi, atau faktor genetik yang mempersempit arteri otak.
- Q: Bagaimana cara mencegah komplikasi seperti stroke pada musisi?
- A: Melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, menjaga pola makan sehat, rutin berolahraga, dan mengontrol tekanan darah serta kadar kolesterol.
- Q: Apakah operasi untuk membuka sumbatan di otak selalu berhasil?
- A: Keberhasilan operasi tergantung pada lokasi, ukuran sumbatan, dan kondisi umum pasien; meski prosedur dapat mengembalikan aliran darah, risiko komplikasi tetap ada.


