AS Kenakan Deposit Visa US$20.000 untuk 50 Negara, Termasuk Tetangga Indonesia!

Dunia
Budi SantosoBudi Santoso
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

AS Kenakan Deposit Visa US$20.000 untuk 50 Negara, Termasuk Tetangga Indonesia!
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Departemen LuarNegeriAS menetapkan deposit visa permanen sebesar US$20.000 (≈ Rp360,5 juta) bagi pelamar dari 50 negara.
  • Ketentuan berlaku untuk visa non‑imigran B1B2 yang dipakai untuk bisnis dan pariwisata, termasuk warga Kamboja dan PapuaNugini, tetangga Indonesia.
  • Program ini menggantikan pilot tahun lalu dengan batas maksimum US$20.000 dan menghapus batas minimum US$5.000, dengan tujuan menurunkan pelanggaran masa berlaku visa.

Pada 31 Juli 2026, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan secara daring bahwa warga dari 50 negara kini wajib menyetor dana minimal US$20.000 (sekitar Rp360,5 juta) ketika mengajukan visa B1/B2. Kebijakan ini bersifat permanen dan mencakup sebagian besar negara di Afrika serta beberapa negara Asia‑Pasifik, termasuk Kamboja dan Papua Nugini, yang berbatasan langsung dengan Indonesia.

Deposit ini tidak menjamin penerbitan visa; petugas konsuler tetap memiliki kebijakan untuk menilai kelayakan pemohon. Dana dapat dibayarkan oleh pemohon sendiri atau oleh pihak ketiga (keluarga, teman, atau rekan bisnis) yang kemudian akan menerima pengembalian jika tidak ada pelanggaran. Semua transaksi harus dilakukan dalam dolar AS, dan penjamin menanggung risiko fluktuasi nilai tukar.

Program ini merupakan evolusi dari percobaan yang diluncurkan pada Agustus 2025, yang sebelumnya menetapkan rentang deposit US$5.000–US$15.000. Dengan menghilangkan batas minimum, pemerintah federal menegaskan bahwa tujuan utama adalah menciptakan kerangka kerja yang lebih kuat untuk menilai risiko overstaying dan pelanggaran visa.

Sejumlah organisasi hak asasi manusia dan kelompok pendukung imigrasi mengkritik kebijakan ini, menilai bahwa persyaratan keuangan yang tinggi dapat menjadi penghalang bagi pelancong sah, terutama dari negara berpendapatan rendah. Sementara itu, mantan Presiden DonaldTrump (yang masih menjadi tokoh politik berpengaruh) menyatakan bahwa langkah tersebut diperlukan untuk memperkuat keamanan nasional Amerika Serikat.

Analisis Pakar

Kebijakan deposit visa US$20.000 menandai perubahan paradigma dalam manajemen imigrasi Amerika Serikat. Dari perspektif foreign policy, langkah ini dapat dilihat sebagai upaya memperketat kontrol migrasi tanpa harus menambah kuota penolakan visa secara administratif. Dengan menempatkan beban finansial pada pemohon, pemerintah AS berharap dapat menyaring pelamar yang memiliki kemampuan ekonomi untuk kembali ke negara asal, sekaligus menurunkan insentif bagi mereka yang berpotensi tinggal melebihi masa berlaku visa.

Namun, kebijakan ini menimbulkan pertanyaan tentang keadilan dan dampak ekonomi. Negara‑negara dengan pendapatan per kapita rendah, terutama di Afrika, kini menghadapi hambatan signifikan untuk mengakses pasar Amerika, yang selama ini menjadi tujuan utama bagi pelaku bisnis kecil, akademisi, dan wisatawan. Hal ini berpotensi memperlebar kesenjangan ekonomi global dan menurunkan soft power Amerika di wilayah‑wilayah tersebut.

Selain itu, mekanisme pengembalian dana yang bergantung pada kepatuhan pemohon menambah beban administratif bagi konsulat AS di luar negeri. Penjamin yang berada di luar negeri harus menanggung risiko nilai tukar, yang dapat menimbulkan sengketa hukum bila nilai mata uang berubah drastis selama proses visa. Kebijakan ini juga membuka peluang bagi praktik korupsi, di mana pihak ketiga dapat memanfaatkan deposit sebagai leverage terhadap pemohon.

Geopolitik, penetapan negara‑negara seperti Kamboja dan PapuaNugini dalam daftar 50 negara menandakan bahwa AS tidak hanya menargetkan wilayah Afrika, melainkan juga memperluas kontrol pada kawasan Asia‑Pasifik yang strategis. Ini dapat memicu reaksi diplomatik dari negara‑negara tersebut, terutama bila mereka menilai kebijakan ini sebagai bentuk diskriminasi ekonomi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Siapa yang harus membayar deposit visa US$20.000?
    A: Baik pemohon langsung maupun pihak ketiga (keluarga, teman, atau rekan bisnis) dapat membayar deposit tersebut.
  • Q: Apakah deposit menjamin visa akan diterbitkan?
    A: Tidak. Deposit hanya menjadi jaminan finansial; keputusan akhir tetap berada pada petugas konsuler.
  • Q: Bagaimana proses pengembalian deposit jika tidak ada pelanggaran?
    A: Deposit akan dikembalikan dalam dolar AS kepada penjamin setelah masa berlaku visa berakhir tanpa pelanggaran.
Meow! Tanya Nesi!
😸