Grammy Menghilangkan Video BTS! Boikot & Kontroversi Kategori Baru Bikin Geger Dunia K-Pop
Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

Ringkasan Singkat
- Video penampilan BTS di Grammy Awards tibaâtiba dihapus dari situs resmi Recording Academy.
- Kelompok idol Korea Selatan memutuskan boikot setelah kategori baru Best Asian Pop Music Performance mengharuskan setidaknya satu elemen bahasa Asia.
- Keputusan ini memicu kemarahan fans, kritik industri, dan pernyataan dari Harvey Mason Jr. yang mencoba menenangkan situasi.
Ketika Recording Academy mengumumkan kategori Best Asian Pop Music Performance hanya dua bulan sebelum batas akhir pendaftaran, BTS langsung menggelengkan kepala. Mereka menolak mengirimkan karya apa pun ke Grammy Awards 2027, mengutip keinginan agar musik dinilai âapa adanyaâ tanpa terkungkung bahasa atau wilayah.
Reaksi cepat muncul: video mereka menyanyikan "Dynamite" (2021) dan "Butter" (2022) yang sempat tayang di portal Grammy menghilang tanpa jejak. Meski klip masih hidup di kanal YouTube resmi BTS, penghapusan ini memicu gelombang kemarahan di kalangan ARMY di seluruh dunia.
Tak hanya fans yang bersuara, tokoh industri seperti CEO Hyundai Card Ted Chung menilai kebijakan bahasa sebagai âpengisolasianâ musisi Asia ke dalam kotak terpisah. âApakah BadâŻBunny atau RickyâŻMartin juga harus dipisahkan?â tanyanya di media sosial.
Sementara itu, Harvey Mason Jr., kepala Recording Academy, mencoba menenangkan dengan mengatakan bahwa kategori baru itu justru upaya memperluas pengakuan bagi talenta Asia. âSaya sedih BTS memilih tidak berpartisipasi, namun saya menghormati keputusan mereka,â ujar Mason dalam pernyataan resmi.
Analisis Pakar
Menurut saya, langkah Grammy menambah kategori berbasis bahasa adalah contoh klasik âgood intentions, bad executionâ. Di satu sisi, niatnya memang untuk memberi ruang lebih bagi musik Asia yang selama ini terpinggirkan di panggung Barat. Namun, mengikat kriteria pada bahasa secara eksklusif justru menutup pintu bagi artisâartis yang memang mengusung bahasa globalâseperti BTS yang mayoritas liriknya berbahasa Inggris.
Strategi ini berisiko menciptakan segregasi budaya dalam industri musik internasional. Jika kategori âAsianâ hanya menerima lagu dengan unsur bahasa Asia, maka karyaâkarya yang menggabungkan elemen globalâyang sebenarnya menjadi jembatan budayaâakan terpinggirkan. Ini mengingatkan pada perdebatan serupa di dunia film, di mana kategori âForeign Languageâ sering dipertanyakan relevansinya di era streaming.
Boikot BTS bukan sekadar aksi simbolik; ia menyoroti ketegangan antara otoritas penghargaan yang ingin tetap relevan dan artis yang menuntut keadilan. Dengan basis penggemar yang sangat terorganisir, keputusan BTS dapat memaksa Grammy untuk meninjau kembali kebijakan mereka. Kita mungkin akan melihat revisi kategori atau bahkan penghapusan batasan bahasa dalam beberapa tahun ke depan.
Terlepas dari kontroversi, satu hal pasti: musik tidak mengenal batas geografis atau linguistik. Upaya apa pun yang mencoba mengkategorikannya secara sempit akan selalu menemukan cara untuk ditembusâbaik lewat boikot, viralitas di media sosial, atau dukungan publik yang tak terhitung. Jadi, mari kita tunggu apa langkah selanjutnya dari Grammy dan bagaimana industri musik global menanggapi tantangan ini.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Mengapa video BTS dihapus dari situs Grammy?
A: Karena BTS memutuskan boikot setelah kategori baru Best Asian Pop Music Performance diumumkan, yang mengharuskan lagu mengandung elemen bahasa Asia. - Q: Apakah BTS masih dapat mengajukan karya mereka ke Grammy?
A: Tidak. BTS secara resmi menyatakan tidak akan mendaftarkan satu pun karya untuk Grammy Awards 2027. - Q: Apa tujuan kategori Best Asian Pop Music Performance?
A: Grammy ingin memberi pengakuan khusus kepada musisi Asia, namun kritikus menilai kebijakan ini dapat mengisolasi artis Asia dari kategori utama.


