Eks Bintang Tottenham Jadi Kitman di Monterrey: Langkah Cerdik Lamela Mengakali Regulasi Liga MX!
Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Ringkasan Singkat
- Erik Lamela resmi terdaftar sebagai kitman di CF Monterrey setelah pensiun.
- Langkah ini merupakan taktik mengelak dari Pasal 17.1 Liga MX yang melarang mantan pemain tanpa lisensi melatih (sebagaimana dibahas dalam analisis Timnas Indonesia).
- Lamela kini mengejar lisensi UEFA Pro sambil membantu Erik Lamela mantan pelatih MatĂas Almeyda di Meksiko.
Setelah menutup kariernya pada Agustus 2025 karena cedera pinggul yang tak kunjung sembuh, mantan bintang Tottenham Hotspur Erik Lamela tidak langsung menghilang dari dunia sepak bola. Ia melangkah ke bangku teknik bersama MatĂas Almeyda di Sevilla, namun regulasi Liga MX menghalangi ia menjadi asisten pelatih di CF Monterrey karena belum memiliki lisensi kepelatihan resmi.
Untuk tetap berada di dalam tim, klub Monterrey mengakali celah dengan menempatkan Lamela sebagai kitmanâpetugas perlengkapan yang biasanya mengurus seragam, sepatu, dan peralatan latihan. Meskipun peran ini tampak sederhana, Lamela memanfaatkan posisinya untuk memberikan insight taktis, mengamati lawan, dan menjadi mata-mata strategis bagi Almeyda.
Selama 257 penampilan bersama Tottenham, Lamela mencetak 37 gol dan menjadi bagian penting dalam perjalanan klub ke final Liga Champions 2019. Di Premier League, ia membantu The Lilywhites meraih posisi runnerâup 2016/2017 dan finis ketiga musim berikutnya, serta dua kali menjadi runnerâup Piala Liga Inggris (2015, 2021). Pengalaman itu kini menjadi modal berharga di lapangan latihan Monterrey. (Lihat juga komentar Erick Thohir tentang tantangan timnas Indonesia.)
Di luar lapangan, Lamela sedang menempuh proses UEFA Proâlisensi tertinggi bagi pelatih di Eropa. Jika berhasil, ia akan menjadi salah satu sedikit mantan pemain Premier League yang beralih menjadi pelatih top di Amerika Latin, menambah dimensi baru bagi kariernya yang sudah gemilang.
Analisis Pakar
Strategi pendaftaran Lamela sebagai kitman bukan sekadar trik administratif; ia mencerminkan evolusi peran nonâpemain dalam tim modern. Di era dataâdriven, setiap mata yang mengamati latihan, setiap detail perlengkapan, dapat menjadi sumber intelijen taktis. Lamela, dengan pengalamannya di level tertinggi Eropa, mampu menilai kualitas latihan, mengidentifikasi kelemahan lawan, dan menyampaikan insight langsung ke kepala taktik tanpa harus menunggu proses lisensi selesai.
Selain itu, kehadiran mantan pemain kelas dunia di lingkungan CF Monterrey meningkatkan moral skuad muda. Mereka dapat belajar langsung dari pengalaman di Premier League, Champions League, dan Serie Aâsebuah nilai tambah yang tak ternilai bagi klub yang berambisi menembus fase knockout Liga Champions Meksiko.
Namun, ada risiko. Jika regulasi Liga MX memperketat definisi peran nonâpemain, klub dapat dikenai sanksi. Oleh karena itu, Monterrey harus memastikan bahwa tugas Lamela tetap berada dalam batasan kitmanâtanpa campur tangan langsung dalam keputusan taktik selama pertandingan.
Ke depannya, jika Lamela berhasil meraih lisensi UEFA Pro, kita mungkin akan menyaksikan transformasi peran dari kitman menjadi asisten pelatih utama. Ini akan menjadi contoh bagi pemain lain yang ingin memperpanjang karier di dunia kepelatihan tanpa harus menunggu proses panjang.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Mengapa Erik Lamela tidak langsung menjadi asisten pelatih di Monterrey?
A: Karena Liga MX mengharuskan pelatih memiliki lisensi resmi, dan Lamela belum memiliki UEFA Pro. - Q: Apa tugas utama seorang kitman?
A: Mengurus semua perlengkapan tim, mulai dari seragam, sepatu, hingga peralatan latihan, serta memastikan semuanya siap pakai setiap saat. - Q: Apakah Lamela masih berlatih untuk menjadi pelatih?
A: Ya, ia sedang mengikuti program UEFA Pro untuk memperoleh lisensi kepelatihan tertinggi.


