Erick Thohir & PSSI Gencarkan Dukungan: Infantino Siap Pimpin FIFA Lagi!

Olahraga
Dimas PratamaDimas Pratama
Dimas Pratama
Dimas Pratama
Pengamat Olahraga

Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Erick Thohir & PSSI Gencarkan Dukungan: Infantino Siap Pimpin FIFA Lagi!
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Erick Thohir menegaskan dukungan PSSI kepada Gianni Infantino untuk tetap menjadi Presiden FIFA.
  • Indonesia merasakan dampak positif program FIFA, termasuk Piala Dunia U‑17 2023 dan rencana FIFA ASEAN Cup 2026.
  • Meski Infantino sempat terpuruk karena wacana penjualan saham Piala Dunia, dukungan kuat dari PSSI tetap mengokohkan posisinya menjelang Kongres FIFA 2027 di Maroko.

Ketua Umum Erick Thohir kembali menggelar seruan semangat lewat unggahan Instagramnya, menegaskan bahwa PSSI akan terus mendukung Gianni Infantino untuk memimpin FIFA pada periode selanjutnya. Menurutnya, Indonesia telah merasakan langsung komitmen Infantino dalam mempercepat transformasi sepak bola nasional, mulai dari program pengembangan berbasis akademi, pendampingan teknis, hingga kepercayaan untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U‑17 2023, FIFA Series 2026, dan FIFA ASEAN Cup 2026. Persib Bandung menunjukkan semangat kompetitif yang sejalan dengan visi FIFA.

"Dengan kolaborasi yang kuat dan kepercayaan yang telah dibangun selama ini, kami di PSSI menyatakan dukungan kepada Gianni Infantino untuk kembali memimpin FIFA pada periode berikutnya," tulis Erick. Ia menambahkan keyakinannya bahwa FIFA akan terus menjadi organisasi yang melayani seluruh Member Associations, memperkuat solidaritas, dan mendorong perkembangan sepak bola yang memberi dampak positif bagi masyarakat global.

Pernyataan ini selaras dengan rilis resmi PSSI yang memuji Infantino sebagai sosok yang memupuk persatuan dan memajukan pengembangan sepak bola di seluruh dunia. PSSI menegaskan bahwa inisiatif FIFA di Indonesia telah mengubah misi global menjadi kemajuan nyata di lapangan, dan itulah dasar kuat dukungan berkelanjutan mereka.

Sementara itu, wacana kontroversial Infantino tentang penjualan saham Piala Dunia sempat menimbulkan gelombang penolakan dari konfederasi besar seperti UEFA, CONCACAF, AFC, dan CONMEBOL. Tekanan tersebut memaksa Infantino membatalkan rencana tersebut, namun dukungan dari federasi seperti FAW, FA, FSS, dan SvFF tetap terpecah, menambah dinamika politik sepak bola menjelang Kongres 2027 di Maroko.

Analisis Pakar

Sebagai pengamat yang telah menelusuri dinamika sepak bola Indonesia sejak era reformasi, saya melihat dukungan Erick Thohir bukan sekadar politik semata, melainkan strategi taktis yang mengaitkan kepentingan nasional dengan agenda global FIFA. Dengan menonjolkan keberhasilan program-program FIFA di tanah air—seperti penyelenggaraan Piala Dunia U‑17—PSSI menegaskan nilai tukar yang kuat: Indonesia bukan hanya penerima bantuan, melainkan mitra strategis yang mampu menggerakkan agenda kompetisi lintas benua.

Langkah ini juga berfungsi sebagai sinyal kepada federasi lain bahwa Indonesia siap menjadi “power player” di Asia Tenggara. Jika Infantino terpilih kembali, peluang bagi Indonesia untuk mengamankan lebih banyak turnamen internasional—misalnya FIFA ASEAN Cup—akan semakin besar. Chelsea vs Juventus memperlihatkan potensi pasar Asia yang dapat dimanfaatkan Indonesia.

Namun, tantangan tetap ada. Kontroversi penjualan saham Piala Dunia menyoroti kerentanan FIFA terhadap kritik komersial yang dapat menggerogoti kepercayaan anggota. PSSI harus tetap kritis, memastikan bahwa dukungan mereka tidak menjadi “kunci” yang menutup mata terhadap isu-isu governance. Sebuah keseimbangan antara loyalitas politik dan pengawasan independen menjadi kunci agar Indonesia tidak terjebak dalam dinamika internal FIFA yang bergejolak.

Secara keseluruhan, dukungan PSSI kepada Infantino mencerminkan kalkulasi jangka panjang: memperkuat posisi Indonesia di panggung sepak bola dunia, sekaligus menyiapkan fondasi bagi generasi muda yang akan menapaki jalur profesional. Jika dikelola dengan cerdas, kolaborasi ini dapat menjadi katalisator revolusi sepak bola Indonesia—dari lapangan desa hingga stadion megah internasional.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Kapan Kongres FIFA berikutnya dan siapa yang akan mencalonkan diri?
    A: Kongres FIFA dijadwalkan pada Maret 2027 di Maroko. Gianni Infantino berencana mencalonkan diri kembali untuk periode 2027‑2031.
  • Q: Apa saja program FIFA yang telah dilaksanakan di Indonesia?
    A: Program meliputi pendampingan teknis, pengembangan akademi, penyelenggaraan Piala Dunia U‑17 2023, serta persiapan FIFA Series 2026 dan FIFA ASEAN Cup 2026.
  • Q: Mengapa wacana penjualan saham Piala Dunia ditolak?
    A: Banyak konfederasi (UEFA, CONCACAF, AFC, CONMEBOL) serta federasi nasional menilai langkah tersebut mengancam integritas kompetisi dan menambah komersialisasi berlebihan, sehingga Infantino membatalkannya.
Meow! Tanya Nesi!
😾