Asus Kuasai Pasar PC Komersial Indonesia, Naik 17% di Q1 2026!
Reviewer gadget independen dengan perspektif teknis yang mendalam.

Ringkasan Singkat
- Asus Business menempati posisi ketiga pasar PC komersial Indonesia dengan pangsa 17% pada kuartal I 2026.
- Pertumbuhan lini komersial Asus mencapai 117% YoY di 2025, didorong oleh produk seperti ExpertBook dan ExpertCenter.
- Meski pasar PC nasional diproyeksikan menyusut 22,9% tahun 2026, Asus tetap memimpin dengan 21,9% pangsa pasar secara keseluruhan.
Pasar PC Indonesia menunjukkan tanda-tanda pemulihan di awal 2026, dan Asus berhasil memanfaatkan momentum tersebut lewat lini commercial yang baru saja diluncurkan pada 2023. Menurut Aldy Ramadiansyah, Country Product Marketing Manager Asus Indonesia, unit bisnis ini kini berada di peringkat ketiga dengan pangsa pasar 17% pada kuartal I 2026, naik dari posisi kedelapan pada 2023.
Data riset IDC mencatat total pengiriman PC di Indonesia mencapai 982 ribu unit, meningkat 9,4% YoY. Pertumbuhan ini dipicu oleh frontâloading pembelian di kanal consumer dan commercial, serta antisipasi kenaikan harga akibat tekanan biaya komponen dan kelangkaan pasokan.
Portofolio Asus Business mencakup ExpertBook (laptop kelas bisnis), ExpertCenter (desktop dan AllâinâOne), workstation, Mini PC/NUC, server, serta solusi jaringan. Lebih dari 40% komponen perangkat ini memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), menandakan komitmen Asus terhadap ekosistem lokal.
Sementara Asus memimpin pasar PC secara keseluruhan dengan 21,9% pangsa, di segmen khusus ia menempati posisi pertama pada kategori AllâinâOne, kedua pada segmen SMB, dan ketiga pada sektor pemerintahan. Namun, analis IDC memperingatkan bahwa lonjakan awal tahun belum tentu berlanjut; diproyeksikan penurunan pengiriman PC hingga 40,6% pada kuartal IV 2026.
Analisis Pakar
Melihat tren ini, saya menilai bahwa keberhasilan Asus di segmen komersial bukan sekadar kebetulan. Strategi produk yang tersegmentasiâdari laptop ultraâringan ExpertBook hingga workstation yang dapat diâupgradeâmemenuhi kebutuhan beragam perusahaan, terutama di era hybrid work. Tingginya TKDN juga memberi Asus keunggulan kompetitif dalam hal tarif impor dan kepatuhan regulasi pemerintah Indonesia.
Namun, tantangan terbesar tetap pada rantai pasokan global. Kelangkaan semikonduktor dan fluktuasi nilai tukar dapat menggerus margin profit, terutama bagi produk dengan komponen impor tinggi. Asus harus terus memperkuat hubungan dengan pemasok lokal serta mengoptimalkan desain untuk mengurangi ketergantungan pada chip luar negeri.
Di sisi lain, persaingan dengan Lenovo dan HP semakin ketat. Lenovo, yang berada di posisi kedua dengan 21,4% pangsa pasar, masih menguasai jaringan distribusi yang luas. Asus perlu memperluas ekosistem layanan purna jualâmisalnya, layanan onâsite support dan kontrak SLAâuntuk menambah nilai bagi pelanggan korporat.
Terakhir, pasar PC Indonesia diprediksi akan menyusut hampir 23% pada 2026. Ini menandakan bahwa pertumbuhan Asus harus didukung oleh inovasi berkelanjutan, seperti integrasi AI pada perangkat bisnis, serta penawaran solusi cloudâedge yang dapat mengurangi beban infrastruktur IT perusahaan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Apa yang membuat ExpertBook berbeda dari laptop bisnis lain?
A: ExpertBook menonjolkan keamanan tingkat militer, baterai tahan lama hingga 24 jam, dan desain ringan dengan TKDN >40%. - Q: Bagaimana prospek pasar PC komersial di Indonesia ke depan?
A: Meskipun total pasar PC diproyeksikan menyusut, segmen bisnis tetap stabil karena kebutuhan digitalisasi dan kebijakan pemerintah yang mendukung TI. - Q: Apakah Asus akan memperluas lini produk komersialnya?
A: Ya, Asus berencana menambah varian workstation berbasis AMD Ryzen dan memperkuat penawaran server rack untuk pasar enterprise.


