Istana Batalkan Rumor Surat Keputusan Ganti Kapolri: Prasetyo Tegaskan Tak Ada Surpres
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Ringkasan Singkat
- Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadiman menolak keras rumor adanya surat keputusan (surpres) penggantian Kapolri.
- Prabowo Subianto belum mengirimkan surat resmi ke DPR terkait penggantian Kapolri atau pengisian jabatan Gubernur Bank Indonesia.
- Istana juga menegaskan belum ada rencana reshuffle kabinet, kecuali mengisi posisi kosong yang memang diperlukan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadiman menolak keras rumor bahwa Prabowo Subianto telah menandatangani surat keputusan (surpres) untuk mengganti Kapolri Listyo Sigit. Pada konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (7/8), Prasetyo menegaskan bahwa sampai hari ini belum ada surat resmi yang dikirimkan ke DPR maupun lembaga lain.
Selain menepis isu penggantian Kapolri, Prasetyo juga menolak laporan bahwa Prabowo telah mengeluarkan surpres untuk mengajukan calon definitif Bank Indonesia menggantikan Perry Warjiyo. Ia menjelaskan bahwa proses penunjukan masih dalam tahap konsultasi intensif, di mana Presiden menerima masukan dari berbagai pihak sebelum mengajukan nama resmi ke DPR.
Prasetyo menambahkan bahwa tidak ada rencana reshuffle kabinet Merah Putih dalam waktu dekat. Jika ada perubahan, itu hanya akan mengisi jabatan kosong yang memang belum terisi, contohnya Wakil Menteri Pertanian dan Wakil Menteri Imigrasi serta Pengungsi (Imipas).
Sementara itu, Kapolri Listyo Sigit sendiri telah menyatakan bahwa penunjukan Kapolri sepenuhnya merupakan prerogatif Presiden. Ia menegaskan kesiapan untuk melaksanakan perintah apa pun yang diberikan, sambil menunggu keputusan resmi.
Analisis Pakar
Isu surpres penggantian Kapolri kembali menggaruk sensitivitas politik di Indonesia, terutama menjelang pemilihan umum 2024. Rumor semacam ini biasanya dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin menguji kekuatan eksekutif atau menimbulkan ketidakpastian di institusi kepolisian. Penolakan tegas dari Sekretaris Negara menunjukkan upaya pemerintah untuk menstabilkan narasi publik dan mencegah spekulasi yang dapat mengganggu keamanan nasional.
Lebih jauh, proses pengisian jabatan Gubernur Bank Indonesia yang masih dalam tahap konsultasi menandakan adanya dinamika internal yang belum selesai. Keterlibatan DPR dalam proses ini penting untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas, mengingat peran BI yang krusial dalam kebijakan moneter. Jika Prabowo memang mengirimkan surat resmi, hal itu harus melalui prosedur legislatif yang jelas.
Reshuffle kabinet yang dibatasi pada pengisian posisi kosong saja mencerminkan strategi politik yang hati-hati. Mengisi posisi strategis seperti Wakil Menteri Pertanian atau Imipas dapat memperkuat koalisi Merah Putih tanpa menimbulkan kontroversi besar. Namun, langkah ini juga mengisyaratkan adanya kekosongan struktural yang harus segera diatasi agar pemerintahan tidak kehilangan momentum.
Secara keseluruhan, penolakan resmi terhadap rumor surpres menegaskan bahwa pemerintah masih berpegang pada prosedur konstitusional. Namun, pengamat harus tetap waspada terhadap potensi kebocoran informasi atau manipulasi media yang dapat memicu ketegangan politik di tengah masa transisi kepemimpinan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Apakah benar ada surat keputusan (surpres) yang mengubah Kapolri?
- A: Tidak. Sekretaris Negara menegaskan belum ada surat resmi yang dikeluarkan atau dikirimkan ke DPR.
- Q: Mengapa belum ada calon definitif Gubernur Bank Indonesia?
- A: Proses penunjukan masih dalam tahap konsultasi intensif antara Presiden, kementerian terkait, dan DPR.
- Q: Apakah akan ada reshuffle kabinet dalam waktu dekat?
- A: Hingga kini tidak ada rencana reshuffle besar; hanya posisi kosong yang akan diisi bila diperlukan.


