DPR Tetapkan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI 2026‑2031: Imbas Besar bagi Kebijakan Moneter

Ekonomi & Pasar
Siti AmaliaSiti Amalia
Sumber: CNN Ekonomi
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

DPR Tetapkan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI 2026‑2031: Imbas Besar bagi Kebijakan Moneter
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Komisi XI DPR resmi mengangkat Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2026‑2031.
  • Keputusan didasarkan hasil uji kepatutan, kelayakan, dan musyawarah mufakat di dalam komisi.
  • Selain Gubernur, Aida S. Budiman ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Senior dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur, keduanya untuk masa jabatan yang sama.

Komisi XI DPR pada Rabu lalu menyelesaikan proses seleksi yang melibatkan uji kepatutan dan kelayakan, lalu mengesahkan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk periode 2026‑2031. Ketua komisi, Misbakhun, menyampaikan keputusan tersebut melalui rapat internal yang mencapai musyawarah mufakat. Selanjutnya, penetapan ini akan diratifikasi dalam Rapat Paripurna DPR yang dijadwalkan pada 1 September.

Penunjukan Destry Damayanti menandai pergantian kepemimpinan BI setelah masa jabatan Perry Warjiyo berakhir. Dengan latar belakang akademik dan pengalaman di sektor keuangan, Damayanti dipandang mampu menavigasi tantangan inflasi global, volatilitas nilai tukar, serta transisi digital dalam sistem pembayaran.

Keputusan ini juga menyertakan penunjukan Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur. Kombinasi profil mereka—Aida dengan keahlian kebijakan moneter dan Solikin dengan pengalaman di pasar keuangan—dianggap dapat memperkuat tim eksekutif BI dalam menghadapi tekanan eksternal.

Analisis Pakar

Penunjukan Destry Damayanti datang pada saat Indonesia berada di persimpangan penting: inflasi masih berada di atas target jangka menengah, sementara arus modal asing terus dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga AS. Sebagai seorang ekonom makro, saya menilai bahwa kepemimpinan baru ini harus menyeimbangkan dua prioritas utama: menjaga stabilitas harga dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Kebijakan suku bunga yang terlalu ketat

Meow! Tanya Nesi!
😸