WASPADA! Abu Vulkanik Bikin Ban Motor 'Hilang' di Aspal, Ini Jurus Selamat dari Jusri Pulubuhu

Otomotif
Siska AmeliaSiska Amelia
Sumber: CNN Otomotif
Siska Amelia
Siska Amelia
Rider & Reviewer

Membawa perspektif segar dalam dunia otomotif roda dua dari kacamata perempuan.

WASPADA! Abu Vulkanik Bikin Ban Motor 'Hilang' di Aspal, Ini Jurus Selamat dari Jusri Pulubuhu
BAGIKAN:

Para pemotor diimbau untuk ekstra waspada. Paparan abu vulkanik yang menyelimuti sejumlah ruas jalan bukan sekadar bikin kotor, melainkan ancaman nyata yang bisa merenggut nyawa. Partikel halus ini secara drastis menurunkan tingkat cengkraman ban ke permukaan aspal, mengubah jalan raya menjadi arena selip yang mematikan.

Menurut praktisi keselamatan berkendara senior dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, Senin (7/9), fenomena ini sering kali diremehkan oleh para pengguna jalan. Banyak yang berpikir abu vulkanik hanya berdampak pada jarak pandang, padahal efek mekanisnya terhadap kendaraan jauh lebih berbahaya.

Analisis Teknis: Mengapa Aspal + Abu = Maut?

Jusri menjelaskan secara gamblang mengapa kombinasi aspal dan debu vulkanik menjadi musuh utama para pemotor. "Abu vulkanik yang menutup permukaan jalan bertindak seperti lapisan pasir halus. Grip ban turun drastis dan kendaraan lebih mudah mengalami selip, terutama ketika melakukan pengereman atau menikung," tegas Jusri, mengutip Antara.

Secara teknis, hal ini terjadi karena partikel silika mikroskopis pada abu vulkanik menciptakan lapisan 'ball bearing' (bola bantalan) di atas aspal. Saat ban mencoba melakukan traksi, partikel ini justru membuat ban 'terbang' di atas permukaan, bukan menggigit aspal. Alhasil, pengereman menjadi tidak efektif dan potensi low-side fall saat menikung meningkat tajam.

Bahaya Lain yang Mengintai: Mata dan Paru-Paru

Tak hanya soal traksi, Jusri juga menyoroti dampak kesehatan yang sering diabaikan. Abu vulkanik yang masuk ke dalam helm melalui ventilasi dapat mengiritasi mata dan mengganggu fokus pengemudi. Partikel halus ini juga berpotensi terhirup dan merusak saluran pernapasan, terutama bagi mereka yang tidak menggunakan pelindung wajah.

Prinsip 'Slow, Smooth, Straight': Jurus Pamungkas di Jalan Berbahaya

Bagi Anda yang tetap harus melintas di tengah guyuran abu vulkanik, Jusri menekankan tiga prinsip emas: Slow, Smooth, Straight. Kecepatan harus dipangkas drastis, hindari pengereman atau akselerasi mendadak, dan jangan ambil sudut kemiringan tajam saat menikung.

"Dalam kondisi abu vulkanik sedang tebal, keputusan Road Safety yang paling defensif bukan 'bagaimana tetap berkendara', tetapi 'kapan harus berhenti dan tidak melanjutkan perjalanan'," ujar Jusri dengan tegas.

Penggunaan masker atau respirator, kacamata pelindung, serta menjaga jarak aman dengan kendaraan lain juga menjadi kewajiban mutlak. Jarak pandang yang terbatas membuat reaksi pengemudi lain bisa sangat unpredictably, sehingga safe following distance harus digandakan dari kondisi normal.

FAQ Terkait Berita Ini

1. Mengapa abu vulkanik berbahaya bagi ban motor?
Karena partikel halus abu vulkanik menciptakan lapisan licin di atas aspal, sehingga traksi ban berkurang drastis dan meningkatkan risiko selip, terutama saat pengereman atau menikung.

2. Apa yang harus dilakukan jika jalan tertutup abu vulkanik?
Jika memungkinkan, tunda perjalanan dan tunggu kondisi membaik. Jika terpaksa melintas, kurangi kecepatan, hindari manuver mendadak, gunakan masker dan pelindung mata, serta jaga jarak aman lebih jauh dari biasanya.

3. Apakah masker biasa cukup untuk melindungi dari abu vulkanik?
Idealnya gunakan respirator (masker N95) karena partikel abu vulkanik sangat halus dan bisa menembus masker kain biasa, yang berpotensi mengganggu saluran pernapasan.

Meow! Tanya Nesi!
😸