Kepergian Sang Pengawal Demokrasi: Pakar Politik Unair Airlangga Pribadi Kusman Tutup Usia

Politik
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Sumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Kepergian Sang Pengawal Demokrasi: Pakar Politik Unair Airlangga Pribadi Kusman Tutup Usia
BAGIKAN:

Dunia intelektual dan perpolitikan Indonesia berduka. Airlangga Pribadi Kusman, pakar politik sekaligus akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Universitas Airlangga), meninggal dunia pada Rabu siang di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Pria kelahiran Jombang, 23 November 1976, itu menghembuskan napas terakhir pukul 13.35 WIB setelah berjuang melawan komplikasi hipertensi yang membuatnya koma beberapa hari terakhir. Kepergiannya meninggalkan lubang besar bagi civitas akademika, kolega, dan seluruh pegiat demokrasi yang selama ini menjadikannya sebagai salah satu suara kritis yang paling konsisten.

Perjalanan Intelektual dan Dedikasi Tanpa Henti

Airlangga, yang akrab disapa Angga, bukan sekadar dosen. Ia adalah arsitek pemikiran yang menempatkan keadilan sosial sebagai panglima dalam setiap analisisnya. Setelah meraih gelar Ph.D dalam bidang Ilmu Politik dari Murdoch University, Australia, pada 2016, ia memilih kembali ke tanah air dan mengabdikan diri di Departemen Politik FISIP Unair. Di sana, ia tak hanya mengajar, tetapi juga menjabat sebagai Ketua Program Studi S2 Ilmu Politik—sebuah posisi yang ia emban dengan integritas dan visi yang jarang dimiliki oleh akademisi seangkatannya.

Karya-karyanya menjadi bukti ketajaman nalar. Buku The Vortex of Power: Intellectuals and Politics in Indonesia's Post-Authoritarian Era (Palgrave Macmillan, 2019) dan Merahnya Ajaran Bung Karno: Narasi Pembebasan ala Indonesia (2022) tidak hanya diakui di kalangan kampus, tetapi juga menjadi rujukan bagi jurnalis, aktivis, dan pembuat kebijakan. Di tengah arus politik identitas dan pragmatisme, Angga teguh pada pendiriannya: bahwa ilmu politik harus berpihak pada rakyat, bukan pada kekuasaan.

Duka dari Rektor dan Civitas Unair

Rektor Unair, Prof. Muhammad Madyan, dalam keterangan resminya menyampaikan belasungkawa mendalam. “Angga adalah termasuk dosen yang berdedikasi tinggi dalam menjalankan tugas sebagai dosen di Universitas Airlangga. Kehilangan ini bukan hanya bagi Unair, tetapi bagi seluruh panggung intelektual Indonesia,” ujar Madyan. Ia juga mendoakan agar almarhum diampuni segala khilafnya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

Namun, di balik ucapan resmi itu, banyak kolega yang menyebut kepergian Angga sebagai pukulan telak bagi dunia akademik yang saat ini sedang kehausan akan figur yang berani bicara kebenaran. Seorang rekan sejawat yang enggan disebut namanya mengungkapkan, “Angga selalu berada di garda depan ketika demokrasi terancam. Ia tidak pernah takut kehilangan jabatan atau popularitas. Ia menulis, ia berdebat, ia mengajar—semua dengan satu tujuan: mencerdaskan bangsa.”

Analisis: Kehilangan yang Tak Tergantikan

Sebagai jurnalis yang telah lama meliput dinamika politik, saya menyaksikan sendiri bagaimana Airlangga Pribadi Kusman menjadi salah satu dari sedikit akademisi yang mampu menerjemahkan teori ke dalam realitas politik yang kasatmata. Ia tidak sekadar berada di menara gading; ia turun ke lapangan, berdialog dengan aktivis, dan tidak ragu mengkritik kebijakan yang timpang. Di era ketika banyak ilmuwan memilih diam atau bersikap pragmatis, Angga justru semakin vokal. Kematiannya menyisakan ruang kosong di ruang-ruang diskusi, di media massa, dan di hati mereka yang merindukan analisis yang jujur dan berani.

Rencananya, jenazah akan dikebumikan di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, pada Kamis (10/9) pagi. Namun, warisan pemikirannya—tentang kuasa, keadilan, dan perlawanan intelektual—akan terus hidup, setidaknya selama masih ada yang membaca karyanya dan meneruskan semangatnya.

FAQ Terkait Berita Ini

Apa penyebab meninggalnya Airlangga Pribadi Kusman?
Almarhum meninggal akibat komplikasi tekanan darah tinggi yang menyebabkan ia mengalami koma dan menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

Di mana Airlangga Pribadi Kusman dimakamkan?
Jenazah akan dikebumikan di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, pada Kamis (10/9) pagi.

Apa kontribusi terbesar almarhum bagi dunia politik Indonesia?
Selain sebagai akademisi dan penulis buku-buku penting, ia dikenal sebagai pengawal demokrasi yang konsisten, sering menjadi rujukan media nasional, dan gigih membela keadilan sosial melalui tulisan dan pengajaran.

Meow! Tanya Nesi!
😸