Euro 4 Wajib Sejak 2018, Gaikindo Sentil Bahan Bakar: Mobil Bersih, Bensinnya Di Mana?
Pakar modifikasi kendaraan dan tren pasar motor di Asia Tenggara.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mempertanyakan ketersediaan bahan bakar yang benar-benar memenuhi standar Euro 4 di Indonesia. Mobil bensin wajib Euro 4 sejak 2018, mobil diesel menyusul 2022, tetapi hingga Rabu (9/9), Sekretaris Gaikindo Kukuh Kumara menilai pasokan bahan bakar bersih belum merata. Industrinya sudah jalan, regulasinya sudah ada, tetapi bahan bakarnya tidak ada di banyak titik.
Regulasi Euro 4 Sudah Mengikat, Bahan Bakar Masih Tertinggal
Dasar aturan ini adalah Peraturan Menteri LHK No. 20/Setjen/Kum.1/3/2017 tanggal 10 Maret 2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O. Artinya, produsen tidak bisa lagi menjual mobil bensin baru yang tidak lolos Euro 4 sejak 2018, dan mobil diesel sejak 2022. Namun, Kukuh mengatakan industri sudah menjalankan amanat pemerintah, sementara ketersediaan bahan bakar di pasaran justru dipertanyakan.
“Industri sudah menjalankan apa yang diamanatkan keputusan pemerintah, dalam hal ini keputusan kementerian lingkungan hidup, Euro 4, sudah dijalankan tetapi bahan bakarnya tidak ada,” kata Kukuh.
Bensin dan Diesel: Ini Spek yang Benar-Benar Euro 4
Secara teknis, Euro 4 bukan sekadar stiker. Untuk bensin, syarat utamanya adalah RON minimal 91 dan kandungan sulfur maksimal 50 ppm. Berdasarkan regulasi, bahan bakar bensin dari Pertamina yang sesuai adalah Pertamax Turbo RON 98 dan Pertamax Green 95. Pertalite dan Pertamax tidak masuk kriteria karena tidak memenuhi kombinasi RON dan sulfur yang diminta.
Untuk diesel, syaratnya angka cetane minimal 51 dan kandungan sulfur maksimal 50 ppm. Pertamina Dex diklaim cocok untuk Euro 4 dengan cetane 53 dan sulfur 50 ppm. Sebaliknya, Biosolar B40 dengan cetane 48 serta sulfur 2.500 ppm dan Dexlite dengan cetane 51 serta sulfur 1.000 ppm tidak cocok dengan syarat Euro 4. Ini bukan perbedaan kecil: sulfur tinggi adalah racun bagi sistem after-treatment modern.
Belum Merata di Seluruh Indonesia
Kukuh menjelaskan pilihan bahan bakar Euro 4 belum tersedia di seluruh Indonesia. “Contohnya adalah sekarang diesel. Itu kan harusnya sudah dari 2022 di seluruh Indonesia sudah ada kan, tapi kenyataannya di beberapa tempat itu tidak tersedia,” ujarnya.
Menurut Kukuh, pihaknya pernah bertanya ke pemerintah kapan Indonesia bakal masuk ke ambang batas emisi lebih tinggi seperti banyak negara lain. Jadwal itu penting sebab industri butuh mempersiapkan diri setidaknya 2-3 tahun. “Beberapa diskusi sudah dilakukan, kalau langsung saja ke Euro 6, ya enggak masalah. Supaya enggak ada naik lagi kan. Tapi sekarang Euro 4 saja bahan bakarnya belum terpenuhi,” kata Kukuh.
Analisis: Mobil Bersih Tidak Bisa Dinikmati dengan Bahan Bakar Kotor
Sebagai reviewer otomotif, saya menilai persoalan ini bukan sekadar urusan label di pompa. Mesin Euro 4 modern dirancang dengan catalytic converter, sensor oksigen, dan kontrol injeksi presisi. Bahan bakar dengan sulfur tinggi dapat mempercepat jenuh katalis, memperpendek usia sensor, dan membuat emisi NOx serta partikulat kembali naik. Artinya, konsumen membayar teknologi bersih, tetapi bahan bakar yang diisap mesin justru menetralkan manfaatnya.
Jika kondisi ini dibiarkan, Kukuh memprediksi Indonesia bakal menjadi unik: masih memproduksi mobil Euro 4, sementara negara tetangga sudah Euro 5 atau Euro 6. “Kesulitan lagi untuk produksi ekspor, bikin jalur yang berbeda lagi, tidak efisien, gimana mau (harga mobil) murah, pajaknya tinggi, produksinya biayanya tinggi juga,” papar dia. Ia berharap ada kebijakan yang konsisten dan berorientasi ke masa depan. “Harapannya kebijakan yang konsisten dan berorientasi ke masa depan sehingga kita bisa menyiapkan dengan baik dan efisien. Tidak membebani masyarakat dan pelaku industri,” tukas Kukuh.
FAQ Terkait Berita Ini
Apa itu standar Euro 4? Standar emisi gas buang yang membatasi kandungan polutan, dengan syarat bensin minimal RON 91 dan sulfur maksimal 50 ppm, serta diesel cetane minimal 51 dan sulfur maksimal 50 ppm.
Bahan bakar apa yang sesuai Euro 4? Untuk bensin: Pertamax Turbo RON 98 dan Pertamax Green 95. Untuk diesel: Pertamina Dex dengan cetane 53 dan sulfur 50 ppm. Biosolar B40 dan Dexlite tidak memenuhi syarat.
Mengapa ini penting bagi konsumen? Karena bahan bakar sulfur tinggi dapat merusak catalytic converter, sensor oksigen, dan menurunkan performa serta umur mesin. Regulasi Euro 4 tanpa pasokan bahan bakar yang konsisten hanya membebani pemilik mobil.


