Bukan Wacana: Pindad Babat Lahan Subang, Mobil Listrik Nasional Target Produksi Massal 2028

Otomotif
Siska AmeliaSiska Amelia
Sumber: CNN Otomotif
Siska Amelia
Siska Amelia
Rider & Reviewer

Membawa perspektif segar dalam dunia otomotif roda dua dari kacamata perempuan.

Bukan Wacana: Pindad Babat Lahan Subang, Mobil Listrik Nasional Target Produksi Massal 2028
BAGIKAN:

Subang, Jawa Barat — Proyek Mobil Listrik Nasional (Mobnas) yang diamanatkan ke PT Pindad bukan lagi wacana. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan lahan di Subang, Jawa Barat, telah masuk tahap land clearing, dengan target produksi massal pada 2028. Kepastian itu disampaikan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panja Komisi VII DPR RI soal pengembangan ekosistem dan daya saing industri kendaraan listrik, Rabu (9/9).

Dalam paparannya, Dirjen ILMATE menyebut roadmap Mobnas masih berputar di tahap penyiapan lahan. “Adapun roadmap nanti untuk besarnya Mobnas ini, saat ini mereka masih line clearing dan itu akan mengokupasi di Subang, dan operasional mereka akan mulai mass production itu di 2028,” ujarnya. Artinya, pabrik di Subang diproyeksikan menjadi simpul produksi utama Mobnas, bukan sekadar fasilitas perakitan sementara.

Insentif R&D dan PMN Jadi Kunci

Pemerintah menyatakan mendukung penuh kesiapan industri dan offtaker. Dukungan itu salah satunya lewat insentif penelitian dan pengembangan. “Saat ini kebutuhan Pindad ataupun untuk kebutuhan mobil nasional pada kami, karena ini masih dalam R&D yang juga masih sedang membangun, adalah lebih pada insentif terkait dengan super tax deduction dalam R&D mobil nasional ini yang akan kami support,” kata Dirjen ILMATE.

Proyek pembangunan pabrik di Subang juga telah diajukan melalui skema Penyertaan Modal Negara (PMN), baik fiskal maupun non-fiskal, ke Kementerian Keuangan. Non-fiskal berupa lahan di Subang. Untuk nilai fiskal, pemerintah belum menyebut angka pasti. “Mereka sudah mengajukan PMN baik fiskal dan non-fiskal ke Kementerian Keuangan. Non-fiskal yaitu lahan yang ada di Subang, dan fiskalnya saya kurang tidak bisa precise untuk menyebutkannya berapa, tapi mereka juga mengajukan itu untuk pembangunan pabrik di Subang,” ujarnya.

Analisis Doni Surya: Tenggat 2028 Tak Beri Ruang Santai

Bagi pecinta otomotif, target 2028 adalah alarm. Membangun pabrik dan melakukan land clearing hanyalah lapisan pertama. PR sesungguhnya ada di rantai pasok: sel baterai, sistem manajemen baterai (BMS), motor listrik, arsitektur tegangan, hingga perangkat lunak kendaraan. Tanpa penguasaan komponen inti dan tingkat komponen dalam negeri yang serius, Mobnas berisiko hanya menjadi kendaraan rakitan yang teknologinya tetap dikuasai pihak luar.

Karena itu, insentif R&D dan PMN harus dikawal dengan target teknis yang terukur. Pemerintah benar ingin Indonesia bukan cuma pasar konsumsi kendaraan listrik dunia, tetapi juga menguasai teknologi industri otomotif secara mandiri dan menyeluruh. Namun tanpa detail platform, baterai, dan TKDN yang transparan, target 2028 bisa jadi sekadar seremoni produksi.

Jika Pindad mampu mengeksekusi tepat waktu, Mobnas bisa menjadi titik balik industri otomotif nasional. Jika tidak, proyek ini hanya akan menambah daftar panjang agenda hilirisasi yang tertahan di dokumen.

FAQ Terkait Berita Ini

Kapan produksi massal Mobil Listrik Nasional dimulai? Target pemerintah adalah mass production pada 2028.

Di mana pabrik Mobnas dibangun? Di Subang, Jawa Barat, saat ini masuk tahap land clearing.

Apa dukungan pemerintah untuk proyek ini? Insentif super tax deduction untuk R&D serta pengajuan PMN fiskal dan non-fiskal ke Kementerian Keuangan.

Meow! Tanya Nesi!
😸