Sampah Dapur Bisa Disulap Jadi Pupuk Kompos, Ini Panduan Santai untuk Pemula

Selebriti
Ayu LestariAyu Lestari
Sumber: KapanLagi
Ayu Lestari
Ayu Lestari
Wartawan Selebriti

Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Sampah Dapur Bisa Disulap Jadi Pupuk Kompos, Ini Panduan Santai untuk Pemula
BAGIKAN:

Siapa pun, termasuk pemula, bisa membuat pupuk kompos dari sampah rumah tangga kapan saja di rumah karena proses ini mengubah sisa organik menjadi humus yang menyuburkan tanah. Caranya tidak menuntut lahan luas atau alat mahal. Cukup pisahkan sampah organik, jaga kelembapan, dan biarkan mikroorganisme bekerja. Dalam beberapa minggu hingga bulan, tumpukan sampah itu berubah menjadi pupuk gembur yang siap dipakai.

Mengolah sampah organik bukan cuma mengurangi timbunan sampah, tetapi juga mengembalikan unsur hara ke tanah. Forest Abbott-Lum, pakar kompos di Yale Sustainable Food Program, dikutip dari Yale Sustainability, menjelaskan, 'Komposting adalah ketika kita mengambil limbah organik dari aktivitas manusia dan menciptakan kembali proses dekomposisi alami.'

Komposter Ember, Cara Paling Praktis

Metode komposter memakai ember atau drum bekas jadi pilihan paling praktis karena tidak menuntut lahan luas. Mengacu pada panduan Epic Gardening, komposter rumahan sebaiknya memakai setidaknya dua hingga empat kali lebih banyak bahan cokelat dibanding bahan hijau agar tumpukan tidak becek dan berbau.

  • Siapkan wadah berlubang: gunakan ember atau drum bekas berkapasitas sekitar 60 liter, lalu lubangi sisi dan dasarnya agar penguraian berlangsung aerobik.
  • Pilah dan cacah sampah organik: pisahkan sisa dapur dari sampah anorganik, lalu potong bahan hingga 2-5 cm supaya mikroba cepat menguraikannya.
  • Susun berlapis: letakkan bahan cokelat kering di dasar, lalu tumpuk bahan hijau di atasnya secara bergantian seperti menata lasagna.
  • Tambahkan tanah atau aktivator: taburkan sedikit tanah atau larutan EM4 pada tiap lapisan sebagai sumber mikroorganisme pengurai.
  • Atur kelembapan: percikkan air secukupnya hingga tumpukan terasa lembap seperti spons yang diperas, tidak becek dan tidak kering.
  • Tutup dan balik berkala: tutup wadah, lalu balik tumpukan setiap satu hingga dua minggu; kompos umumnya matang dalam 1-3 bulan.
  • Panen kompos matang: kompos siap dipakai bila berwarna cokelat kehitaman, bertekstur gembur, dan berbau seperti tanah segar.

Metode Lubang Tanah, Murah Meriah

Jika memiliki pekarangan, metode lubang tanah adalah cara membuat pupuk kompos paling murah karena bahan organik langsung terurai di dalam tanah tanpa perlu wadah khusus. Cara ini menyamarkan bau sekaligus menyuburkan area di sekitarnya, cocok untuk yang berkebun di lahan sempit sekalipun. Merujuk Planet Natural, tumpukan kompos idealnya berukuran sekitar satu meter kubik agar cukup besar untuk menghasilkan panas, tetapi tetap mudah dibalik dan dikelola.

  • Pilih dan gali lubang: tentukan lokasi berjarak minimal 10 meter dari sumur, lalu gali lubang selebar 1-2 meter dengan kedalaman sekitar 1 meter.
  • Masukkan sampah organik: buang sisa sayur, kulit buah, dan daun kering ke dalam lubang secara bertahap setiap hari.
  • Lapisi dengan tanah: taburkan tanah tipis di atas setiap tumpukan sampah untuk menyamarkan bau dan menambah mikroorganisme.
  • Tambahkan aktivator bila perlu: siramkan larutan EM4 atau eco enzyme untuk mempercepat penguraian, terutama pada musim kemarau.
  • Tutup rapat dengan tanah: setelah lubang penuh, tutup dan tekan tanah hingga padat agar tidak mengundang hewan.
  • Tunggu proses pengomposan: biarkan dua hingga tiga bulan sampai sampah berubah menjadi kompos gembur yang berbau tanah.

Pupuk Organik Cair dari Limbah Dapur

Selain kompos padat, limbah dapur juga bisa diolah menjadi pupuk organik cair dari bahan dapur yang cepat diserap tanaman. Metode fermentasi tertutup ini minim bau, dan menjadi variasi cara membuat pupuk kompos yang praktis untuk rumah berlahan terbatas.

  • Siapkan wadah kedap udara: gunakan ember bertutup rapat yang diberi keran di bagian bawah untuk menampung cairan lindi hasil fermentasi.
  • Cacah sampah basah: rajang sisa sayuran, kulit buah, dan ampas kopi menjadi potongan kecil agar cepat difermentasi.
  • Larutkan gula dan starter: campurkan gula merah atau molase dengan air, lalu tambahkan EM4 sebagai pemicu kerja mikroorganisme.
  • Campur dan tutup rapat: masukkan bahan ke wadah, siram larutan starter, lalu tutup rapat agar fermentasi berlangsung anaerobik.
  • Fermentasi dua hingga tiga minggu: simpan di tempat teduh dan buka sesekali untuk membuang gas hasil fermentasi.
  • Saring dan encerkan: setelah beraroma seperti tapai, saring cairannya lalu encerkan dengan air sebelum disiramkan ke tanaman.

Kunci Sukses Kompos Bebas Bau

Keberhasilan cara membuat pupuk kompos tidak ditentukan oleh alat mahal, melainkan oleh keseimbangan bahan, kelembapan, dan sirkulasi udara. Mengutip Garden Myths, mikroba pengurai bekerja paling optimal ketika rasio karbon dan nitrogen dalam tumpukan berada di kisaran 30:1, sehingga bahan cokelat memang perlu lebih banyak daripada bahan hijau.

  • Seimbangkan bahan hijau dan cokelat: bahan hijau seperti sisa sayur dan rumput memasok nitrogen, sedangkan bahan cokelat seperti daun kering, kardus, dan sekam memasok karbon.
  • Cacah bahan sebelum dikompos: potongan kecil memperluas permukaan sehingga mikroba menguraikannya lebih cepat.
  • Jaga kelembapan seperti spons diperas: tumpukan yang terlalu basah menjadi becek dan bau, sedangkan yang terlalu kering memperlambat penguraian.
  • Pastikan sirkulasi udara: membalik tumpukan secara berkala menambah oksigen yang dibutuhkan mikroba aerobik.
  • Hindari bahan bermasalah: para ahli menyarankan untuk tidak memasukkan daging, tulang, produk susu, minyak, dan kotoran hewan peliharaan karena memicu bau serta mengundang hama.
  • Manfaatkan bahan kaya kalsium: bahan seperti cangkang telur yang dihaluskan menambah kalsium, tetapi bagian isi telur sebaiknya tidak ikut dikomposkan.
  • Pilih metode panas atau dingin: pengomposan dingin berjalan lambat dengan menumpuk bahan seadanya, sedangkan pengomposan panas mengandalkan suhu tinggi sehingga kompos jadi lebih cepat.
  • Manfaatkan cacing untuk vermikompos: cacing merah (red wiggler) mengurai sampah pada suhu ruang sekitar 13-29 derajat Celsius dan menghasilkan kascing yang kaya hara.
  • Kenali tanda kompos matang: kompos siap pakai berwarna gelap, remah, dan berbau tanah; salah satu tesnya, simpan sedikit kompos dalam kantong tertutup beberapa hari lalu cium aromanya.

Kompos matang membuat tanah lebih hidup dan membantu akar menyerap hara. Robert Pavlis, ahli kimia sekaligus penulis Compost Science for Gardeners, dikutip dari joegardener, menjelaskan, 'Ketika kita memasukkan kompos ke tanah, kompos akan menahan nutrisi itu dan menyimpannya dekat akar sampai akar benar-benar bisa menggunakannya.'

Memulai kompos di rumah tidak perlu menunggu peralatan lengkap; cukup pisahkan sampah kering dan basah, jaga kelembapan, lalu biarkan udara bersirkulasi. Melinda Cordell, penulis Stay Grounded: Soil Building for Sustainable Gardens, dikutip dari Eartheasy, menyatakan, 'Investasi pada tanah adalah investasi bukan hanya untuk tanaman Anda, tetapi juga untuk bumi.'

Pertanyaan Terkait

Berapa lama kompos matang? Umumnya 1-3 bulan, tergantung metode, ukuran bahan, dan kondisi cuaca. Pengomposan panas dengan pembalikan rutin bisa lebih cepat, sedangkan tumpukan tanpa perawatan dapat memakan waktu hingga setahun.

Apakah wajib pakai EM4? Tidak. Mikroorganisme pengurai sudah tersedia secara alami pada tanah dan bahan organik. Aktivator seperti EM4 hanya mempercepat proses, sehingga bisa digantikan dengan tanah, kompos jadi, atau kotoran hewan.

Bagaimana ciri kompos siap pakai? Berwarna cokelat kehitaman, bertekstur remah seperti tanah, dan beraroma tanah segar, bukan bau busuk atau asam. Bahan aslinya sudah tidak dikenali lagi bentuknya dan suhu tumpukan kembali normal.

Meow! Tanya Nesi!
😸