Bentrok Desa Lesibata dan Patahuwe di Maluku Bakar 27 Rumah, 4 Luka
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Bentrok antara warga Desa Lesibata dan Desa Patahuwe, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, pada Jumat 11 September malam berujung pada pembakaran 27 rumah dan melukai empat orang. Konflik dipicu sengketa lahan setelah sebidang tanah milik warga dibakar di hutan Gunung Tanjung sekitar pukul 14.00 WIT.
Respon Aparatur
Kapolda Maluku Inspektur Jenderal Dadang Hartanto dan Pangdam XV/Pattimura Mayor Jenderal Dody Triwinarto turun langsung ke lokasi, bertemu dengan tokoh desa, serta menekankan pentingnya menahan diri dari provokasi dan hoaks. "Yang terpenting adalah masing-masing raja dapat menenangkan situasi di desa masing-masing dan bekerja bersama-sama," ujar Dadang dalam pertemuan di Kantor Camat Taniwel.
Upaya Pemulihan
Dadang berjanji mempercepat proses pemulihan bagi korban, termasuk koordinasi dengan Wakil Bupati untuk menyiapkan bantuan. Pangdam Dody menekankan nilai gotong royong sebagai mekanisme utama dalam membantu warga yang rumahnya terbakar.
Keamanan Tambahan
Polres Seram Bagian Barat mengerahkan 29 anggota polisi bersenjata lengkap untuk berjaga di wilayah perbatasan, mencegah potensi bentrokan susulan.
Pertanyaan Terkait
Apakah penyebab utama bentrok? Konflik bermula dari sengketa lahan yang memicu pembakaran tanah di hutan Gunung Tanjung.
Bagaimana pihak berwenang menanggapi? Kapolda dan Pangdam turun ke lapangan, menggalang dialog, dan menambah kehadiran keamanan untuk menstabilkan situasi.


