Erick Thohir Ungkap Potensi Besar Indonesia Jadi Tuan Rumah Ajang Olahraga Internasional
Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Erick Thohir, Menteri Pemuda dan Olahraga RI, menegaskan pada pembukaan Indonesia Sports Summit 2026 bahwa Indonesia siap menjadi tuan rumah berbagai turnamen olahraga internasional bergengsi, termasuk FIFA ASEAN Cup 2026, yang dijadwalkan akan berlangsung akhir tahun ini.
Jejak Kejayaan di Ajang Besar
Menyoroti sejarah, Thohir menyebut Asian Games 1962, Asian Games 2018, FIBA World Cup 2023, serta MotoGP Mandalika sebagai bukti kemampuan Indonesia menggelar event berskala dunia. "Asian Games 1962 menjadi cerminan kedigdayaan bangsa, menjadikan Indonesia negara keempat yang menyelenggarakan Asian Games," ujarnya.
Olahraga sebagai Investasi Nasional
Menurut Thohir, olahraga bukan sekadar kompetisi, melainkan investasi karakter bangsa menjelang seratus tahun Sumpah Pemuda. Ia menekankan pentingnya fasilitas kompleks seperti GBK dengan kapasitas 100 ribu penonton dan hotel bintang lima yang mendukung ekosistem olahraga berkelas.
Angka Besar, Peluang Lebih Besar
Erick mengungkap total perputaran uang global di industri olahraga mencapai Rp8.000 triliun, dengan olahraga pariwisata menyumbang Rp9.700 triliun. Sementara itu, perputaran di Indonesia masih jauh di bawah potensi, hanya sekitar Rp40 triliun, setara 0,5% dari pasar dunia. "Liga sepak bola Indonesia saja menghasilkan Rp10,5 triliun, dan MotoGP Mandalika Rp4,5 triliun," katanya.
Pertanyaan Terkait
Q: Kapan FIFA ASEAN Cup 2026 akan dilaksanakan?
A: Turnamen dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun 2026, tepat setelah Indonesia Sports Summit.
Q: Apa dampak ekonomi yang diharapkan dari penyelenggaraan ajang internasional?
A: Diharapkan meningkatkan perputaran uang olahraga nasional secara signifikan, mendekatkan angka Indonesia ke standar global.


