Pertamina Patra Niaga: Harga BBM Nonsubsidi Tetap Berdasarkan Formula Pemerintah

Ekonomi & Pasar
Hendra GunawanHendra Gunawan
Sumber: CNN Ekonomi
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Pertamina Patra Niaga: Harga BBM Nonsubsidi Tetap Berdasarkan Formula Pemerintah
BAGIKAN:

Pertamina Patra Niaga menegaskan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi, seperti Pertamax dan Pertamina Dex, akan terus mengikuti formula yang ditetapkan pemerintah, meskipun harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah berfluktuasi. Kebijakan ini diumumkan di tengah kekhawatiran akan kenaikan harga akibat ketidakstabilan geopolitik dan gangguan pasokan energi.

VP Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyatakan bahwa perusahaan sepenuhnya mengikuti arahan pemerintah terkait penetapan harga BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi. Untuk BBM subsidi, harga dipastikan tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026. Sementara itu, harga JBU (Jenis BBM Umum) akan disesuaikan berdasarkan formula yang berlaku.

Potensi Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi

Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, memperkirakan harga BBM nonsubsidi berpotensi mencapai Rp18.000 hingga Rp20.000 per liter jika harga minyak dunia tidak menunjukkan penurunan. Kondisi ini dipicu oleh konflik di Timur Tengah dan gangguan pada jalur energi strategis seperti Selat Hormuz, yang berdampak pada ketersediaan dan harga minyak global. Saat ini, harga minyak dunia masih berada di atas US$100 per barel, dengan harga Brent mencapai US$108,68 per barel dan WTI US$103,45 per barel pada Jumat (11/9).

Eko Ricky Susanto berharap harga minyak dunia dapat kembali ke kisaran US$60-US$70 per barel seperti sebelum krisis geopolitik. Namun, ia menekankan bahwa pergerakan harga sangat bergantung pada perkembangan situasi global. Perusahaan akan terus memantau perkembangan pasar dan menyesuaikan kebijakan sesuai ketentuan yang berlaku. Harga minyak dunia menjadi faktor krusial dalam menentukan harga BBM di Indonesia.

Pertanyaan Terkait

Apa dampak fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap harga BBM?

Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS secara langsung mempengaruhi harga BBM, karena harga minyak dunia diperdagangkan dalam dolar AS. Rupiah yang melemah akan membuat harga BBM impor menjadi lebih mahal.

Apakah ada alternatif untuk menstabilkan harga BBM?

Diversifikasi sumber energi dan peningkatan efisiensi energi dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada impor minyak dan menstabilkan harga BBM. Pemerintah juga dapat mempertimbangkan kebijakan subsidi yang lebih tepat sasaran.

Meow! Tanya Nesi!
😸