Prabowo Hadiri KTT BRICS di India Bersama Putin dan Xi Jinping
Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Presiden Indonesia Prabowo Subianto tiba di New Delhi pada Jumat malam (11 September 2026) untuk menghadiri KTT tingkat tinggi BRICS bersama pemimpin Rusia Vladimir Putin dan China Xi Jinping, menandai partisipasi Indonesia dalam pertemuan negara‑negara berkembang yang dipimpin India.
Protokol Kedatangan dan Sambutan India
Sesampainya di Pangkalan Angkatan Udara Palam, Prabowo disambut oleh pasukan jajar kehormatan di kedua sisi karpet merah. Menteri Batu Bara dan Pertambangan India, Satish Chandra Dubey, mewakili pemerintah India dalam menyambut kedatangan sang presiden, sementara pejabat tinggi lainnya turut hadir.
Delegasi Indonesia dan Agenda KTT
Setelah berjabat tangan dengan Dubey, Prabowo melanjutkan ke hotel bersama Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Kedatangan mereka bertepatan dengan agenda utama KTT ke‑18 BRICS yang dijadwalkan berlangsung di Bharat Mandapam, New Delhi, pada 12‑13 September 2026.
Pesan Kemitraan India‑Indonesia
Dubey menegaskan bahwa kerja sama antara India dan Indonesia dalam kerangka Indonesia memperkuat suara Global South di panggung internasional, menekankan pendekatan pertumbuhan inklusif dan kemakmuran bersama bagi kawasan Indo‑Pasifik.
Para Pemimpin yang Hadir
KTT ini mempertemukan lebih dari dua puluh pemimpin, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden China Xi Jinping, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Presiden Mesir Abdel Fattah El‑Sisi, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Presiden Filipina Ferdinand R Marcos Jr, dan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WTO Ngozi Okonjo‑Iweala, serta presiden New Development Bank Dilma Rousseff dan Asian Infrastructure Investment Bank Zou Jiayi juga turut hadir.
Komentar Ahli
Pengamat hubungan internasional mencatat bahwa kehadiran Prabowo bersama tokoh‑tokoh utama BRICS menegaskan peran strategis Indonesia dalam memperkuat aliansi negara‑negara berkembang, sekaligus menyeimbangkan dinamika geopolitik di kawasan Indo‑Pasifik.


