Raharjati dan Rajiah Sabet Emas Mixed Relay WCS Guiyang 2026
Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Indonesia kembali mengukir sejarah gemilang di panggung panjat tebing dunia. Pasangan atlet andalan Merah Putih, Raharjati Nursamsa dan Rajiah Sallsabillah, sukses mempersembahkan medali emas pada nomor mixed relay speed ajang World Climbing Series (WCS) Guiyang 2026 di China, setelah tampil perkasa di babak final dengan catatan waktu tercepat sepanjang kompetisi.
Tampil sebagai pemanjat pertama, Raharjati langsung menggebrak dinding arena dengan catatan waktu kilat 4,80 detik. Momentum luar biasa tersebut langsung dilanjutkan oleh Rajiah Sallsabillah yang membukukan waktu 6,55 detik. Jika digabungkan, total waktu 11,35 detik yang mereka torehkan menjadi yang tercepat di nomor mixed relay dan sekaligus mengamankan medali emas pertama bagi Indonesia dalam sejarah nomor estafet campuran WCS.
Dominasi Indonesia di Guiyang
Kesuksesan luar biasa ini semakin menegaskan dominasi skuad atlet Indonesia di China. Sebelumnya, kontingen Merah Putih sudah lebih dulu mendulang emas lewat aksi gemilang Antasyafi Robby Al Hilmi pada nomor speed perorangan putra yang berlangsung pada Jumat (11/9). Robby keluar sebagai yang tercepat dengan catatan waktu 4,65 detik usai menaklukkan wakil tuan rumah, Yongzhi Ling.
Tiga kekalahan pahit pada seri-seri sebelumnya justru menjadi bahan bakar utama bagi Robby untuk bangkit dan mempertajam catatan waktu terbaik pribadinya di Guiyang. Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras, kedisiplinan latihan bersama rekan se-pelatnas, serta dukungan penuh dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).


