Revitalisasi Sekolah 2026 Fokus pada Bencana, Kerusakan Berat, dan Daerah 3T
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan bahwa program revitalisasi sekolah tahun 2026 akan menargetkan puluhan ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia, dengan prioritas pada sekolah yang terdampak bencana, rusak berat, serta yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Prioritas dan Target Revitalisasi
Menurut Mu'ti, pemerintah telah memulai pembangunan pada 11.744 satuan pendidikan, dan lebih dari 1.000 di antaranya sudah menyelesaikan proses revitalisasi sekolah. Seluruh rencana mencakup 71.744 satuan pendidikan yang akan direvitalisasi sepanjang 2026, dengan kemungkinan penambahan jumlah sekolah seiring penerapan sistem swakelola yang melibatkan pihak sekolah secara langsung.
Swakelola: Efisiensi Biaya dan Kualitas
Sistem swakelola diharapkan menurunkan biaya karena pengerjaan dilakukan oleh sekolah sendiri, sekaligus meningkatkan kualitas hasil karena pihak yang paling mengenal kebutuhan lokal terlibat langsung. Mu'ti menambahkan bahwa model ini juga memberi dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar, karena tenaga kerja dan material dibeli dari wilayah setempat.
Partisipasi Sekolah Swasta dan Dukungan Masyarakat
Program tidak hanya menyasar sekolah negeri; sekolah swasta juga menjadi bagian penting dalam upaya revitalisasi. Beberapa sekolah swasta telah menerima bantuan daerah 3T melalui swadaya masyarakat untuk menutupi kekurangan dana.
Mu'ti mengajak masyarakat dan media untuk memantau pelaksanaan program agar sesuai dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang transparan, menghindari kebocoran, dan memastikan manfaat tepat sasaran.


