Tim SAR Perluas Pencarian Delapan Korban Hilang di Selat Sunda
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak pada Senin (7/9) di perairan Selat Sunda saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Pada hari keempat operasi, wilayah pencarian dibagi menjadi empat sektor utama dan satu sektor khusus, mencakup total sekitar 3.243 nautical mile (NM).
Penguatan Sumber Daya
Menurut Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, perluasan wilayah didasarkan pada evaluasi operasi sebelumnya dan kondisi lapangan. "Seluruh unsur dan sarana yang tersedia kami optimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (11/9). Aset yang dikerahkan meliputi kapal KN SAR Tetuka 247, KN SAR Basudewa, KRI Leuser, KRI Karambit, KRI Lepu, serta beberapa kapal patroli kecil (KP Sanjaya, KP Hayabusa, KAL Anyer, KAL Pahawang). Dua unit drone termal juga digunakan untuk mendeteksi panas tubuh.
Kondisi Cuaca dan Gelombang
Cuaca pada hari keempat diperkirakan cerah hingga berawan, dengan angin tenggara‑selatan berkecepatan 10‑20 knot dan tinggi gelombang 0,5‑2,5 meter. Al Amrad menegaskan bahwa faktor keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama dalam pergerakan tim SAR, dan pemantauan cuaca serta gelombang dilakukan secara berkala.
Kolaborasi Lintas Lembaga
Operasi melibatkan Basarnas, TNI AL, Polri, BPBD, potensi SAR, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, psikolog, Tagana, Baznas, Rumah Zakat, serta relawan masyarakat. Diharapkan penambahan kekuatan ini dapat mempercepat penemuan delapan orang yang masih dicari.
Identitas Korban
Rombongan yang hilang terdiri dari kapten kapal Warta (55), ABK Surakman (60), pemandu Heriyanto (49), serta lima jurnalis: M Bagus Khoirunnas (28) dari Antara, Ari Basuki (52) dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus (42) dari Anadolu, dan Donal, jurnalis lepas. Mereka berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Banten, pukul 14.00 WIB, dan terakhir mengirimkan lokasi pada pukul 14.42 WIB sebelum komunikasi terputus sekitar pukul 15.04 WIB.
Doa Bersama
Pewarta Foto Indonesia Jakarta (PFIJ) menjadwalkan doa bersama untuk para korban setelah maghrib Jumat (11/9) di kawasan Bundaran HI, tempat berkumpul wartawan foto di Jakarta.


