Korea Selatan Perluas UU Spionase demi Lindungi Teknologi Strategis dari Intelijen Asing

Dunia
Budi SantosoBudi Santoso
Sumber: CNN Internasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Korea Selatan Perluas UU Spionase demi Lindungi Teknologi Strategis dari Intelijen Asing
BAGIKAN:

Pemerintah Korea Selatan resmi memperluas cakupan undang-undang spionase mulai Minggu (13/9) guna melindungi teknologi strategis nasional dari ancaman pencurian oleh aktor asing di luar Korea Utara. Langkah hukum ini diambil di tengah eskalasi persaingan geopolitik global yang menuntut perlindungan ketat terhadap sektor industri mutakhir.

Reformasi Hukum untuk Menutup Celah Keamanan Industri

Majelis Nasional Korea Selatan sebelumnya telah mengesahkan revisi terhadap Criminal Act (Undang-Undang Pidana) pada 26 Februari lalu. Langkah ini diambil setelah regulasi lama dinilai tidak lagi memadai untuk menjerat kasus spionase industri yang melibatkan entitas di luar Korea Utara. Aturan baru ini secara resmi menciptakan delik pidana khusus bagi tindakan mata-mata yang menguntungkan negara asing atau organisasi asing, dengan ancaman hukuman minimal tiga tahun penjara.

Sebelum amandemen ini berlaku, dakwaan spionase di Korea Selatan secara historis hampir selalu dikaitkan dengan aktivitas yang menguntungkan Pyongyang sebagai "negara musuh". Akibatnya, ketika terjadi kebocoran teknologi yang melibatkan korporasi atau pemerintah negara lain, jaksa penuntut umum sering kali terpaksa menggunakan undang-undang rahasia dagang biasa yang memiliki sanksi hukum lebih ringan.

Dampak Geopolitik dan Respons Global

Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Selatan menyambut positif pemberlakuan undang-undang baru ini. Regulasi ini diharapkan mampu memperkuat pertahanan nasional dalam menjaga kerahasiaan sektor-sektor vital seperti semikonduktor, teknologi layar (display), baterai sekunder, hingga kecerdasan buatan (AI). Urgensi pengetatan aturan ini semakin nyata setelah mencuatnya kasus hukum tahun lalu yang melibatkan lima mantan karyawan Samsung Electronics yang dituduh membocorkan teknologi memori DRAM ke produsen asal China, CXMT.

Merespons perkembangan regulasi di Seoul, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyatakan bahwa Beijing selalu mengimbau perusahaan-perusahaan China untuk mematuhi hukum setempat saat beroperasi di luar negeri. Namun, ia juga menekankan pentingnya bagi setiap negara untuk menyediakan lingkungan bisnis yang adil, objektif, dan tidak diskriminatif bagi investasi asing.

Sejumlah pakar hukum dan keamanan menilai bahwa amandemen ini merupakan langkah krusial untuk menutup celah hukum yang selama ini membuat pelaku kebocoran teknologi canggih hanya dijatuhi hukuman ringan. Dengan adanya kepastian hukum baru ini, efek jera terhadap pelaku spionase industri diharapkan meningkat secara signifikan demi menjaga keunggulan kompetitif Seoul di kancah global.

Pertanyaan Terkait

Mengapa Korea Selatan merevisi undang-undang spionasenya?
Revisi dilakukan untuk memperluas definisi spionase yang sebelumnya hanya terbatas pada tindakan yang menguntungkan Korea Utara, sehingga kini mencakup perlindungan teknologi strategis dari semua aktor asing.

Apa saja teknologi yang dilindungi di bawah aturan baru ini?
Aturan baru ini berfokus pada perlindungan sektor teknologi tinggi yang krusial bagi ekonomi nasional, termasuk semikonduktor, layar tampilan (display), baterai, dan kecerdasan buatan (AI).

Meow! Tanya Nesi!
😸