Makam Kuno Muncul di Waduk Gajah Mungkur, Saksi Bisu Sejarah Penggusuran Wonogiri

Berita Daerah
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Sumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Makam Kuno Muncul di Waduk Gajah Mungkur, Saksi Bisu Sejarah Penggusuran Wonogiri
BAGIKAN:

Penyusutan debit air di Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri, Jawa Tengah, kembali menyingkap tabir sejarah masa lalu berupa kemunculan kompleks pemakaman kuno di dasar waduk pada September ini. Fenomena tahunan akibat musim kemarau ini bukan sekadar siklus alam biasa, melainkan pengingat nyata atas pengorbanan ribuan warga dari puluhan desa yang ruang hidupnya ditenggelamkan demi pembangunan proyek bendungan raksasa tersebut.

Camat Wuryantoro, Soemardjono Fadjari, mengonfirmasi bahwa fenomena munculnya makam-makam tua ini terjadi hampir setiap tahun saat musim kemarau tiba. Namun, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya di mana nisan-nisan kuno biasanya sudah terlihat sejak Agustus, tahun ini proses penyusutan air berlangsung lebih lambat sehingga makam baru mulai tampak pada bulan September.

"Setiap kemarau biasanya makam-makam itu mulai terlihat, tapi ini baru sebagian, karena airnya masih cukup tinggi," ujar Soemardjono saat memberikan keterangan kepada media lokal baru-baru ini.

Saksi Bisu Pengorbanan 51 Desa

Secara historis, keberadaan makam di dasar waduk ini tidak lepas dari megaproyek pembangunan Waduk Gajah Mungkur yang merelokasi massal penduduk setempat demi memuluskan proyek danau buatan tersebut. Sebanyak 51 desa yang tersebar di tujuh kecamatan terpaksa ditenggelamkan. Area yang kini menjadi dasar waduk dulunya adalah pemukiman padat yang dilengkapi dengan fasilitas umum, termasuk tempat pemakaman warga.

Meskipun situs bersejarah ini kerap memicu rasa penasaran, akses menuju lokasi makam terbilang sangat sulit dan berisiko. Pengunjung harus berjalan kaki melintasi dasar waduk yang mengering, dengan kondisi tanah yang berlumpur dan sebagian masih basah. Hingga saat ini, aktivitas di sekitar area surut tersebut masih didominasi oleh warga lokal yang datang untuk memancing, bukan untuk wisata sejarah.

Pertanyaan Terkait

Mengapa makam kuno bisa berada di dasar Waduk Gajah Mungkur?
Makam tersebut merupakan bagian dari wilayah pemukiman dan pemakaman umum warga yang ditenggelamkan pada masa pembangunan waduk, yang berdampak pada 51 desa di tujuh kecamatan.

Kapan biasanya makam-makam ini muncul ke permukaan?
Makam kuno ini biasanya mulai terlihat pada puncak musim kemarau, sekitar bulan Agustus hingga September, ketika debit air waduk menyusut drastis.

Meow! Tanya Nesi!
😸