Gempa M5,9 Guncang Halmahera Utara, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Berita Daerah
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Sumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Gempa M5,9 Guncang Halmahera Utara, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
BAGIKAN:

Wilayah Halmahera Utara, Maluku Utara, diguncang gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,9 pada Senin sore (14/9). Getaran kuat yang dirasakan oleh warga di sejumlah kawasan ini dipastikan tidak memicu ancaman gelombang tsunami.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, dalam keterangan resminya menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada pukul 17.58 WIB. Berdasarkan hasil analisis parameter terbaru, pusat gempabumi tersebut berada di laut pada kedalaman 147 kilometer.

"Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,52° LU ; 128,17° BT, atau tepatnya berlokasi di laut 50 km timur laut Pulau Doi, Maluku Utara," ujar Wijayanto. Ia menambahkan, hasil pemodelan numerik memastikan aktivitas seismik ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Analisis Aktivitas Seismik dan Dampak Guncangan

Ditinjau dari kedalaman hiposenter dan lokasi episenternya, fenomena ini dikategorikan sebagai gempa bumi menengah. Aktivitas tersebut dipicu oleh deformasi batuan dalam Lempeng Laut Maluku dengan mekanisme pergerakan naik.

Intensitas guncangan dirasakan pada skala IV MMI di sejumlah daerah seperti Morotai Selatan Barat, Pulau Morotai; Morotai Jaya, Pulau Morotai; Loloda Utara, Halmahera Utara; Kota Daruba; hingga Kota Tobelo. Getaran dengan skala tersebut digambarkan mampu dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah pada siang hari.

Sementara itu, getaran dengan skala III MMI yang terasa nyata di dalam rumah—seakan-akan ada truk berlalu—dilaporkan terjadi di Kota Jailolo dan Kota Ternate. Hingga saat ini, otoritas terkait belum menerima laporan adanya kerusakan maupun aktivitas gempa susulan di wilayah terdampak.

Meow! Tanya Nesi!
😸