Bezzecchi Siap Teror Marquez & Martin: Tekanan Juara Bukan Halangan, Tapi Hidup Pembalap

Olahraga
Dimas PratamaDimas Pratama
Sumber: CNN Olahraga
Dimas Pratama
Dimas Pratama
Pengamat Olahraga

Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Bezzecchi Siap Teror Marquez & Martin: Tekanan Juara Bukan Halangan, Tapi Hidup Pembalap
BAGIKAN:

Marco Bezzecchi menegaskan kesiapannya menghadapi tekanan mental dalam perburuan gelar juara dunia MotoGP, meski harus berhadapan dengan raksasa seperti Marc Marquez dan Jorge Martin. Pembalap Aprilia Racing itu mengakui perjalanan musim ini bergelombang, dari dominan di awal hingga tersandung di seri-seri akhir.

Dari Favorit ke Posisi Mengejar

Bezzecchi memulai musim 2024 dengan gemilang, meraih empat kemenangan dalam delapan seri pembuka dan menduduki puncak klasemen. Namun, roda kehidupan berputar drastis di babak kedua. Dalam tujuh seri terakhir, ia lima kali gagal meraih poin (non-score), termasuk DNF di GP San Marino pekan lalu.

Akibatnya, Bezzecchi tergelincir ke posisi ketiga klasemen dengan akumulasi 241 poin, tertinggal 33 angka dari duo puncak Marquez dan Martin. Keterpurukan ini justru menjadi uji karakter bagi pria kelahiran 1998 tersebut.

Mentalitas Bengkel: "Kalau Mudah, Semua Orang Bisa"

Dalam wawancara dengan Crash.net, Bezzecchi menunjukkan mentalitas baja khas pembalap Italia. Ia mengakui tidak pernah merasa 'sudah jadi juara' saat memimpin klasemen awal musim, dan yakin Marquez pun tidak terpaku pada keunggulan sesaat.

"Tentu saja, Marc adalah pembalap berpengalaman. Dia sangat cepat, dan tentu saja bukan lawan yang mudah. Begitu juga Martin," ujar Bezzecchi dengan tenang.

Sungguh menarik, ia bahang membandingkan tekanan balap dengan pekerjaan di bengkel milik ayahnya. "Bila hal ini memang mudah, tentu semua orang sudah bisa melakukannya. Bila saya tak siap dengan tekanan seperti ini, saya tentu saja lebih memilih kerja di bengkel ayah saya. Namun saya adalah pembalap. Ini bagian hidup dan kami harus siap dengan hal ini," tegasnya.

Persiapan Era Aprilia Factory 2025

Komentar ini datang tepat waktu saat Bezzecchi beralih ke tim pabrik Aprilia Racing musim depan. Tekanan untuk mengantarkan RS-GP ke gelar juara akan jauh lebih besar dibandingkan status tim satelit Pramac/Yamaha saat ini. Kesiapan mental yang ia tunjukkan kini menjadi modal utama menghadapi Marquez (Ducati Factory/Gresini) dan Martin (Pramac/Ducati Factory 2025) yang sama-sama lapar gelar.

Pertanyaan Terkait

P: Berapa selisih poin Bezzecchi dengan pemimpin klasemen?
R: Saat ini Bezzecchi tertinggal 33 poin dari Marc Marquez dan Jorge Martin yang sama-sama memimpin klasemen.

P: Apa penyebab ketidakkonsistenan Bezzecchi di babak kedua musim?
R: Dalam tujuh seri terakhir, Bezzecchi lima kali gagal finis atau gagal meraih poin (non-score), termasuk DNF di GP San Marino.

Meow! Tanya Nesi!
😸