Taisei Marukawa, Bintang Jepang di Liga 1, Akan Jadi WNI: Dari Persebaya hingga Dewa United, Siapa Seorang Pemain yang Sudah Menjadi Warna Indonesia?

Olahraga
Maya SariMaya Sari
Sumber: CNN Olahraga
Maya Sari
Maya Sari
Wartawan Olahraga

Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Taisei Marukawa, Bintang Jepang di Liga 1, Akan Jadi WNI: Dari Persebaya hingga Dewa United, Siapa Seorang Pemain yang Sudah Menjadi Warna Indonesia?
BAGIKAN:

Taisei Marukawa, pemain asal Jepang yang telah menjadi ikon di Liga 1 sejak 2021, resmi mengajukan proses naturalisasi untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), setelah lima tahun membela tim-tim lokal dengan performa memukau dan integrasi yang tak terlupakan. Presiden Dewa United Banten FC, Ardian Satya Negara, mengungkapkan harapan agar proses ini berjalan lancar, mengingat Marukawa tak hanya menjadi pemain, tetapi juga telah memahami dan menyatu dengan budaya, kehidupan, dan sistem sepak bola Indonesia.

Marukawa, lahir di Hiroshima pada 30 Januari 1997, pertama kali menjejakkan kaki di Indonesia pada musim 2021/2022 bersama Persebaya Surabaya. Di musim pertamanya, ia langsung menjadi fenomena: meraih penghargaan Pemain Terbaik Liga 1 setelah mencatat 32 kali penampilan, 17 gol, dan 10 assist. Prestasi itu tak hanya mengesankan, tetapi juga membuktikan bagaimana pemain asal Malta (dulu) dan Latvia (Noah Jurmala) mampu beradaptasi dengan cepat di tanah air.

Setelah semusim di Bajul Ijo, Marukawa pindah ke PSIS Semarang pada musim 2022/2023, di mana ia menjadi pemain kunci di lini tengah, baik sebagai gelandang serang maupun sayap. Dalam dua musim berturut-turut, ia mencetak 11 gol dan 18 assist dari 63 penampilan, menjadikannya salah satu pemain asing terbaik di Liga 1 periode itu. Statistik ini tak hanya mengukur kualitasnya, tetapi juga kemampuannya untuk konsisten dalam performa.

Perjalanan Marukawa di Indonesia terus berlanjut di Dewa United Banten FC sejak musim 2024/2025. Di sini, ia masih menjadi pemain inti, meskipun frekuensi penampilannya berkurang sedikit dibandingkan di PSIS. Dalam dua musim di Banten Warriors, ia mencatat 41 penampilan, 7 gol, dan 12 assist. Pada musim ini, ia sudah dua kali tampil dan berhasil memberikan satu assist—meskipun tidak mencetak gol, kontribusinya dalam membangun serangan masih signifikan.

Sebelum datang ke Indonesia, Marukawa telah memiliki karier yang beragam. Ia memulai di Senglea Athletic (Malta) pada 2019/2020, kemudian pindah ke Valletta dan Noah Jurmala (Latvia) sebelum akhirnya terbang ke Asia Tenggara. Pengalaman ini tak hanya memperkaya skill tekniknya, tetapi juga membekali dia dengan keuletan mental untuk beradaptasi dengan berbagai sistem permainan.

Dampak kehadiran Marukawa di Indonesia tak hanya terlihat dari performa, tetapi juga dari dampak sosialnya. Sebagai pemain asing yang telah menyatu dengan lingkungan, ia menjadi ambassador budaya Jepang di tanah air. Banyak penggemar yang mengapresiasi bagaimana ia tidak hanya bermain dengan profesionalisme, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat setempat, seperti kunjungan ke fasilitas sosial atau interaksi dengan anak-anak.

Analisis Redaksi

Proses naturalisasi Marukawa bukan hanya tentang kepemilikan kewarganegaraan, tetapi juga tentang integrasi yang matang. Lima tahun di Indonesia bukan hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga membuktikan bahwa ia telah menjadi bagian dari ekosistem sepak bola lokal. Hal ini penting, karena banyak pemain asing yang datang dan pergi tanpa meninggalkan jejak yang lebih dalam. Marukawa, dengan performa dan sikapnya, telah membuktikan bahwa kualitas bermain dan adaptasi budaya saling melengkapi.

Terkait dengan dampak di Liga 1, keberadaan pemain seperti Marukawa memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk belajar dari pemain asing yang sukses beradaptasi. Selain itu, ia juga menjadi contoh bagaimana keberagaman dapat menjadi kekuatan dalam olahraga dan budaya. Namun, perlu diwaspadai jika proses naturalisasi ini justru membuka pintu bagi praktik dual citizenship yang belum jelas regulasinya di Indonesia. Sebagai negara yang masih membangun sistem kewarganegaraan, perlu adanya klarifikasi agar tidak ada ambiguitas hukum bagi pemain maupun klub.

Langkah selanjutnya yang logis adalah mempercepat proses verifikasi administrasi, karena Marukawa telah memenuhi semua kriteria. Selain itu, klub Dewa United dan PSSI juga harus memastikan bahwa pemain asing yang naturalisasi tetap diberi perlakuan yang adil dalam kontrak dan hak-haknya. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik dan mencegah spekulasi negatif yang sering muncul terkait dengan pemain asing di Indonesia.

Meow! Tanya Nesi!
😸