Purbaya Bagikan Momen Mancing Usai Dicopot Jadi Menkeu, Prabowo Tunjuk Suahasil Nazara
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mempublikasikan video santai di kolam ikan miliknya melalui akun TikTok pribadinya, Senin (14/9), hanya beberapa jam setelah Presiden Prabowo Subianto secara resmi mencopotnya dari kabinet dan menunjuk Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara sebagai pengganti.
Dalam unggahan berdurasi singkat itu, Purbaya terlihat memberi makan ikan mujaer dan nila berukuran besar sambil mengajak pengikut media sosial untuk bergabung memancing. "Ngasih makan ikan. Sebelum mancing. Siapa yang mau ikut mancing bareng?" tulisnya di kolom keterangan video yang juga menampilkan ekspektasi strike dari ikan-ikan tersebut.
Aktivitas media sosial Purbaya memang konsisten terlihat bahkan sebelum reshuffle kabinet digulirkan. Behari sebelumnya, ia sempat mengunggah konten lain di platform yang sama: video berformat pendek dengan latar belakang pakaian formal jas, di mana ia memperagakan gerakan ala Spiderman yang kemudian diedit menggunakan template aplikasi CapCut, dikuti keterangan ringan "iseng-iseng join trend spiderman".
Keputusan Presiden Prabowo mengakhiri masa jabatan Purbaya yang relatif singkat di kantor Keuangan. Pengangkatan Suahasil Nazara, yang hingga kini menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan, menandakan pilihan kontinuitas internal di tengah tekanan konsolidasi fiskal dan negosiasi utang yang menunggu di meja kerja Menkeu baru.
Respons netizen terhadap video kolam ikan bervariasi: sebagian mengira sebagai mekanisme coping pribadi, sebagian lain menilai sebagai performa ketidakpedulian terhadap beban negara yang ditinggalkan. Kontras visual antara jas negarawan dan pancingan santai menjadi simbol tak disengaja dari transisi kekuasaan yang berlangsung cepat dan tanpa transisi panjang.
Analisis Redaksi
Pemilihan platform TikTok sebagai medium komunikasi pertama pasca-pemecahan menandakan pergeseran strategi narasi elite politik Indonesia: dari ruang formal kementerian ke arena algoritma yang mengutamakan keautentikan — atau setidaknya kesan keautentikan. Purbaya tidak mengeluarkan pernyataan resmi, tidak mengucapkan terima kasih kepada staf, dan tidak menyoroti agenda yang tertunda; ia memilih narasi pribadi yang mendepan kesantai.
Langkah Prabowo menunjuk Suahasil Nazara — seorang teknokrat yang sudah lama menguasai arsitektur APBN dan hubungan dengan lembaga keuangan internasional — mengirim sinyal stabilitas ke pasar modal. Namun, kecepatan transisi tanpa *briefing* publik yang terstruktur dari Purbaya sendiri menciptakan ruang kosong naratif yang bisa diisi spekulasi, terutama soal alasan teknis di balik pemecahan mendadak itu.


