Pramono Terbang ke AS Bahas Solusi Perkotaan dengan Wali Kota New York

Politik
Budi SantosoBudi Santoso
Sumber: Antara News
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Pramono Terbang ke AS Bahas Solusi Perkotaan dengan Wali Kota New York
BAGIKAN:

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berangkat menuju New York, Amerika Serikat, Rabu (17/9/2026) malam untuk memenuhi undangan Wali Kota New York guna membahas solusi perkotaan. Kehadiran kepala daerah tingkat satu ini di kota metropolitan paling padat di AS menandakan upaya diplomasi parafederasi yang konkret, melampaui sekadar kunjungan keramahtamahan.

Undangan tersebut datang langsung dari pemimpin kota yang sering dijadikan rujukan global dalam pengelolaan transportasi massa, penataan ruang vertikal, dan mitigasi bencana banjir. Pramono membawa beban tugas berat: menerjemahkan pengalaman New York ke dalam konteks Jakarta yang menderita kemacetan kronis, genangan tahunan, dan tekanan urbanisasi tak terkendali.

Berbeda dengan kunjungan kerja pejabat sebelumnya yang cenderung seremonial, agenda kali ini difokuskan pada pertemuan teknis tertutup dan inspeksi lapangan ke proyek-proyek ikonik. Gubernur yang pernah meniti karir di birokrasi negara dan lembaga pengawas ini dikenal menuntut kecepatan eksekusi, bukan hanya MoU yang tertinggal di laci.

New York dengan sistem Transit-Oriented Development (TOD) yang matang dan manajemen limbah berbasis teknologi menjadi cermin yang harus dihadapi Jakarta. Masalahnya, adopsi model tersebut butuh kekuatan politik untuk menembus kepentingan oligarki tanah dan birokrasi yang kaku, bukan sekadar menyalin konsep.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan kunjungan kerja beberapa hari ini melahirkan kerangka kerja (framework) kerjasama yang bisa segera dieksekusi oleh tim teknis. Tidak ada ruang untuk janji manis; Jakarta butuh solusi yang bisa beroperasi sebelum musim hujan tiba lagi tahun depan.

Analisis Redaksi

Kunjungan Pramono ke New York adalah uji nyata komitmennya mengubah paradigma pengelolaan kota dari "proyek-proyek" menjad "sistem-sistem". Di era Gubernur Anies Baswedan hingga Heru Budi Hartono, Jakarta sudah banyak menandatangani nota kerjasama dengan kota-kota dunia, tapi sedikit yang mengubah lanskap nyata di tingkat kelurahan. Pramono harus membuktikan kalau dia beda.

Yang perlu diwaspadai: jangan biarkan agenda "solusi perkotaan" terbungkus dalam narasi modernisasi yang justru menggeser warga miskin ke pinggiran. New York pun punya catatan hitam soal gentrifikasi. Langkah logis selanjutnya adalah Pramono harus segera memerintahkan Sekda dan Dinas-dinas teknis menerjemahkan hasil kunjungan ini ke dalam RKPD dan APBD revisi, bukan menunggu rapat koordinasi bulan depan. Waktu Jakarta tidak menunggu jet lag.

Meow! Tanya Nesi!
😸