2.029 Huntara Mulai Diserahkan ke Korban Gempa Magnitudo 7,7 Manggarai Timur

Berita Daerah
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Sumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

2.029 Huntara Mulai Diserahkan ke Korban Gempa Magnitudo 7,7 Manggarai Timur
BAGIKAN:

Pemerintah resmi menyerahkan kunci Hunian Sementara (Huntara) kepada warga korban gempa Magnitudo 7,7 Nusa Tenggara Timur yang rumahnya rusak berat. Penyerahan ini menandai dimulainya hunian bagi ribuan pengungsi setelah bencana melanda pada 15 Agustus lalu.

Agustinus Rangga menjadi penerima pertama dalam program rehabilitasi tersebut. Pada Kamis (17/9), ia menerima kunci unit berukuran 4x6 meter di Kampung Bugis, Kelurahan Rana Loba, Kecamatan Borong. Bangunan sederhana ini akan ditempati Agustinus bersama istrinya, Yohana Nerciyanti (39), dan putri mereka, Agnesa (7).

Direktur Wilayah II sekaligus Ketua Satgas BNPB Manggarai Timur, dr. Riswandi, menyatakan bahwa penyerahan ini membuka jalan bagi penyelesaian total 2.029 unit Huntara. Angka tersebut mengacu pada rekapitulasi rumah warga dengan kategori kerusakan berat. Progres pembangunan saat ini telah mencapai 95 persen dan berjalan bertahap dari Kecamatan Borong menuju wilayah utara, tengah, hingga selatan.

Riswandi menegaskan bahwa Huntara dirancang sebagai tempat tinggal aman dan layak selama masa pemulihan sebelum transisi ke Hunian Tetap (Huntap). "Bagi warga yang rumahnya rusak berat, kami siapkan Huntara. Bentuknya seperti ini, dan kami akan bangun sebanyak 2.029 unit di seluruh wilayah," ujar Riswandi saat dikonfirmasi CNNindonesia.com, Sabtu (19/9). Ia juga memastikan bantuan tetap disalurkan bagi warga yang memilih tinggal bersama kerabat sesuai tingkat kerusakan rumah.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Daerah (Prokopim) Manggarai Timur, Jeany Wajong, menyebut unit milik Agustinus sebagai standar acuan bagi ribuan unit lainnya. "Huntara milik Bapak Agustinus ini menjadi gambaran hunian sementara yang akan dibangun di wilayah lainnya," jelas Jeany. Agustinus menyampaikan rasa syukur atas perhatian pemerintah sejak hari pertama bencana dan berharap percepatan pembangunan agar warga di tenda pengungsian segera mendapat tempat layak.

Analisis Redaksi

Penyerahan huntara dengan progres 95 persen menunjukkan respons birokrasi yang cukup sigap dalam fase tanggap darurat menuju pemulihan. Namun, fokus pada kerusakan berat meninggalkan pertanyaan tentang penanganan kategori ringan dan sedang yang mungkin tidak tercover oleh huntara namun masih membutuhkan dukungan teknis atau finansial untuk perbaikan mandiri.

Tantangan berikutnya adalah konsistensi kualitas bangunan di lokasi terpencil selain Borong. Dengan target 2.029 unit, pengawasan ketat diperlukan agar standar kenyamanan dan kekuatan yang diklaim dr. Riswandi benar-benar terimplementasi merata, bukan hanya pada unit percontohan. Transisi dari tenda ke huntara adalah langkah krusial untuk mencegah masalah kesehatan sekunder di kalangan pengungsi.

Meow! Tanya Nesi!
😸