Prabowo Teriak 'Free Palestine' dan Disematkan Keffiyeh di Gontor

Politik
Budi SantosoBudi Santoso
Sumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Prabowo Teriak 'Free Palestine' dan Disematkan Keffiyeh di Gontor
BAGIKAN:

Seruannya memecah keheningan siang yang terik. Di hadapan ribuan santri dan tamu undangan, Presiden RI Prabowo Subianto berdiri tegak dan meneriakkan kalimat singkat namun bernada tegas: "Free Palestine!" Aksi spontan tersebut menjadi puncak emosional dari acara Syukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor yang berlangsung pada Sabtu (19/9) siang.

Momen tersebut tidak berhenti sekadar pada lisan. Suasana di atas panggung kian mengharukan ketika Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattari, mendekati kepala negara. Dengan khidmat, diplomat itu menyematkan kain keffiyeh khas Palestina ke pundak Prabowo sebagai simbol solidaritas dan persaudaraan.

Penyematan syal bermotif kotak-kotak hitam putih itu bukan sekadar ritual protokoler biasa. Kain tersebut telah lama menjadi ikon perlawanan rakyat Palestina terhadap pendudukan. Kehadiran Al-Sattari dalam acara centenial pondok pesantren tertua ini menegaskan eratanya hubungan diplomasi rakyat antara Indonesia dan Palestina.

Pondok Modern Darussalam Gontor sendiri memiliki sejarah panjang dalam mendukung kemerdekaan Palestina. Melalui jaringan alumni dan dakwahnya, lembaga pendidikan ini konsisten menyuarakan isu kemanusiaan di Timur Tengah. Pilihan Gontor sebagai lokasi penyampaian pesan politik luar negeri ini menunjukkan strategi soft power yang efektif.

Reaksi audiens saat itu terlihat antusias. Teriakan dukungan bergema dari barisan santri yang memadati area acara. Bagi banyak pihak, gestur Prabowo ini memperkuat narasi bahwa politik luar negeri Indonesia tetap berpegang teguh pada amanat konstitusi untuk mendukung kemerdekaan bangsa-bangsa terjajah.

Analisis Redaksi

Gestur Prabowo meneriakkan "Free Palestine" di forum publik seperti Gontor memiliki dimensi strategis yang dalam. Ini bukan sekadar ekspresi personal, melainkan konsistensi sikap negara yang ditegaskan kembali di hadapan basis massa Islam terbesar. Pesan ini dikirimkan secara jelas kepada komunitas internasional bahwa isu Palestina tetap menjadi prioritas moral diplomasi Jakarta.

Simbolisme keffiyeh yang disematkan oleh Dubes Al-Sattari juga patut dicermati. Dalam bahasa diplomasi visual, penerimaan simbol perlawanan tersebut oleh seorang kepala negara adalah bentuk legitimasi kuat bagi perjuangan Palestina. Langkah ini berpotensi memperkuat posisi tawar Indonesia di forum-forum multilateral yang membahas konflik Timur Tengah.

Ke depan, retorika keras ini perlu diikuti dengan aksi konkret di meja perundingan dunia. Publik akan menilai efektivitas diplomasi Indonesia tidak hanya dari teriakan semangat, tetapi dari hasil nyata dalam mendorong gencatan senjata dan pengakuan kenegaraan Palestina. Konsistensi antara ucapan dan tindakan将是 kunci kredibilitas pemerintah di mata domestik maupun global.

Meow! Tanya Nesi!
😸