Prabowo Ungkap Tiga Ritual Healing: Berenang, Tidur Singkat, dan Buku Paulo Coelho

Politik
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Sumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Prabowo Ungkap Tiga Ritual Healing: Berenang, Tidur Singkat, dan Buku Paulo Coelho
BAGIKAN:

Presiden Prabowo Subianto membuka tabir sisi pribadinya soal cara menjaga keseimbangan mental di tengah beban tugas puncak negara, mengaku mengandalkan tiga pilar sederhana: berenang, tidur singkat, dan membaca buku sejarah.

Dalam siaran program Presiden Prabowo Menjawab yang dirilis Jumat (18/9), Kepala Negara itu menegaskan berenang menjadi metode healing utama. "Apa ya healing? Berenang. Berenang bagi saya sangat penting. Itu meditasi di air," ucapnya sambil menyitir temuan para ahli psikologi soal keterkaitan renang dengan kondisi janin di dalam rahim yang dikelilingi cairan ketuban.

Tidak hanya air, tidur pun jadi senjata ampuh sang Presiden. Prabowo mengaku tipe orang yang mudah terlelap dan sanggup memanfaatkan celah waktu sependek 10 hingga 20 menit untuk merem. "Saya bisa tidur di mobil, di helikopter, di pesawat," tuturnya dengan nada santai, mengabaikan protokol kenyamanan yang biasa jadi patokan pejabat tinggi.

Pilar ketiga hadir dari rak buku. Prabowo mengaku gemar membaca sejarah dan memiliki satu judul favorit yang selalu dibawa-bawa: Warrior of the Light karya Paulo Coelho. Buku tipis itu, dikabarkan, sering jadi teman bicara batin. "Saat membaca buku itu, seakan-akan Coelho berbicara langsung denganku," ungkap mantan Menhan itu.

Kisah di balik buku itu mengantarkan percakapan ke masa gelap awal 2000-an. Prabowo bercerita, buku pemberian kakaknya, Maryani Djojohadikusumo, datang saat dia berada di "titik nadir" pasca pelengseran 1998/1999. "Saya dituduh macam-macam, kudeta, ini semua, penculikan apa semua," kenangnya, mengungkap sisi kerentaman di balik citra keras sang jenderal.

Pengakuan ini menawarkan cerminan langka: seorang Presiden yang sengaja memperlihatkan mekanisme supervivensi diri, bukan sekadar citra kekuatan. Kombinasi aktivitas fisik, istirahat mikro, dan refleksi intelektual jadi resepnya menavigasi tekanan kantor kepresidenan.

Analisis Redaksi

Pembukaan sisi pribadi ini berfungsi ganda: memanusiakan figur otoriter sekaligus mengirim sinyal bahwa stamina mental dijaga dengan disiplin pribadi yang ketat, bukan sekadar tim medis. Referensi ke "titik nadir" 1998 dan peran Maryani Djojohadikusumo memperkuat narasi comeback yang jadi merek politiknya selama puluhan tahun.

Yang perlu diwaspadai adalah bagaimana ritual power nap di helikopter maupun mobil resmi itu diterjemahkan ke dalam manajemen waktu kerja nyata di Istana. Kebiasaan tidur 15 menit di antara rapat strategis bisa jadi efisien, tapi juga berisiko menggeser jadwal staf dan menteri yang harus menunggu sang Presiden bangun. Ke depannya, konsistensi pola hidup ini akan diuji oleh krisis nyata yang tak kenal jam istirahat.

Meow! Tanya Nesi!
😸