Selebgram Jule Ditangkap Terima Vape Etomidate, Polisi Terapkan Restorative Justice
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Polresta Bandara Soekarno-Hatta menangkap selebgram Julia Prastini atau Jule saat menerima paket berisi vape etomidate di apartemen kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, pada Senin (14/9). Penangkapan ini merupakan bagian dari pengembangan kasus narkoba yang bermula dari penggerebekan terhadap dua wanita lain di Jakarta Barat. Kini, Jule dikategorikan sebagai pemakai dan akan menjalani rehabilitasi melalui mekanisme keadilan restoratif.
Kasus ini berawal ketika Satresnarkoba mengamankan dua perempuan berinisial RR dan RN di sebuah apartemen di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, pada hari yang sama sekitar pukul 13.00 WIB. Dari lokasi tersebut, petugas menemukan 27 cartridge vape yang diduga mengandung etomidate. Hasil interogasi mengungkap bahwa RR dan RN membeli barang haram itu dari seorang pria warga negara China berinisial XC.
Pengembangan penyelidikan mengarah pada Jule setelah polisi menemukan jejak pengiriman paket vape narkoba yang ditujukan kepadanya. Polresta Bandara Soekarno-Hatta membagi tim menjadi dua untuk mengejar jaringan ini. Tim pertama fokus mengembangkan peran XC, sementara tim kedua melakukan pengawasan ketat terhadap paket yang dikirim ke alamat Jule. XC akhirnya diamankan di sebuah hotel di Jakarta Barat sekitar pukul 17.00 WIB dengan barang bukti 71 cartridge vape etomidate.
Selang 15 menit setelah penangkapan XC, tepatnya pukul 17.15 WIB, Tim 2 melaksanakan operasi undercover control delivery terhadap paket menuju apartemen Cilandak. Jule menerima paket tersebut dan diminta membuka isinya di hadapan petugas. Di dalamnya terdapat satu cartridge vape mengandung etomidate. Penggeledahan lanjutan di apartemen Jule juga menemukan satu cartridge bekas pakai. Pemeriksaan urine selanjutnya membuktikan Jule positif mengonsumsi Narkotika Golongan II jenis Etomidate.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan bahwa etomidate adalah obat bius atau anestesi intravena kerja singkat yang lazim digunakan tenaga medis untuk prosedur darurat. Penggunaannya wajib di bawah pengawasan dokter. Kasat Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta AKP Michael Kharisma Tandayu menyatakan Jule mengaku mengonsumsi vape tersebut akibat stres pribadi. Karena statusnya sebagai pemakai dengan barang bukti terbatas, polisi menerapkan keadilan restoratif dan menetapkan Jule sebagai korban, bukan tersangka.
Polisi resmi menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah RR dan RN yang berperan sebagai bandar, serta XC selaku pemasok asal China. Sementara Jule hanya akan menjalani asesmen dan rehabilitasi. Langkah ini diambil berdasarkan pertimbangan jumlah barang bukti yang ditemukan pada Jule hanya sedikit, yakni satu cartridge isi dan satu bekas, berbeda jauh dengan stok yang dikuasai para tersangka utama.
Analisis Redaksi
Kasus Jule menyoroti modus peredaran narkoba jenis baru yang menyamar sebagai produk vaping, sebuah tren yang kian mengkhawatirkan karena sulit dideteksi secara kasat mata. Penggunaan etomidate, yang seharusnya strictly controlled di fasilitas kesehatan, kini disalahgunakan untuk rekreasi ilegal. Ini menunjukkan adanya celah distribusi bahan kimia medis yang perlu diperketat oleh otoritas terkait agar tidak mudah diakses oleh sindikat narkoba.
Keputusan polisi menerapkan restorative justice bagi Jule adalah langkah tepat sesuai undang-undang narkotika yang membedakan antara pengedar dan korban penyalahgunaan. Dengan memfokuskan pada rehabilitasi daripada pemenjaraan, negara memberikan kesempatan pemulihan bagi individu yang terjebak karena masalah psikologis seperti stres. Namun, penegakan hukum harus tetap keras terhadap supplier dan bandar seperti XC, RR, dan RN yang menjadi akar permasalahan.