Akses KM Virgo Transport 8 Berhasil Dibuka, Tim Penyelam Sisir Kamar Penumpang yang Terjebak
Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Tim penyelam gabungan dari Basarnas dan TNI AL akhirnya berhasil memecahkan kaca jendela beberapa kamar penumpang untuk membuka akses masuk ke dalam badan KM Virgo Transport 8 yang terbalik di Perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Selasa (22/9). Langkah ini menjadi titik krusial setelah sembilan hari kapal yang mengangkut 243 orang itu hilang kontak akibat cuaca buruk.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana memastikan bahwa tim penyelam gabungan sudah menyusuri bagian dalam kapal pada hari yang sama. Sejumlah korban yang terjebak di dalam lambung kapal bahkan sudah terlihat jelas oleh para penyelam. "Tim penyelam gabungan juga sudah berhasil membuka akses, berupa pemecahan kaca-kaca jendela-jendela di beberapa buah kamar," kata Sudayana dalam konferensi pers, Selasa malam.
Peluang evakuasi langsung pupus ketika alam menunjukkan taringnya. Kondisi air berubah keruh akibat arus laut yang mendadak kencang memaksa seluruh personel ditarik mundur dari bawah permukaan. "Evakuasinya belum bisa dilaksanakan karena memang ada perubahan arus, arusnya kuat sehingga airnya keruh. Nah, ini berisiko untuk penyelam, begitu air keruh, arus deras, ini harus segera kita keluar dari area operasi. Jadi utamakan safety," ucap dia.
Sudayana menaruh harapan besar pada kondisi cuaca dan arus laut Rabu ini agar proses penyisiran berjalan maksimal. Fokus utama tim saat ini tertuju pada kompartemen-kompartemen tertutup, khususnya kamar tidur penumpang kelas ekonomi maupun eksekutif. "Saat ini adalah pencarian fokus di bawah permukaan berupa pencarian di area badan kapal. Jadi, kita fokusnya di sana karena memang sudah banyak juga kita dapatkan penumpang-penumpang yang terjebak di dalam kapal, saat ini masih kita fokus di kamar-kamar," sambungnya.
Tragedi ini bermula ketika KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak pada Minggu (13/9), pukul 02.00 Wita. Kapal yang bertolak dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9) itu diduga diterjang cuaca buruk. Bangkai kapal ditemukan pada hari yang sama dalam posisi terbalik di perairan Laut Jawa.
Hingga Selasa (22/9), catatan resmi menunjukkan 126 korban telah ditemukan. Rinciannya: 108 orang selamat dan 18 orang meninggal dunia. Sebanyak 117 korban lainnya masih dalam proses pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.
Analisis Redaksi
Keberhasilan membuka akses dengan memecahkan kaca jendela merupakan lompatan teknis yang signifikan. Selama sembilan hari, tim penyelam hanya bisa beroperasi di sekitar lambung luar tanpa mampu menembus kompartemen penumpang. Fakta bahwa korban sudah terlihat dari balik kaca yang pecah mengonfirmasi dugaan awal bahwa sebagian besar dari 117 orang yang belum ditemukan kemungkinan besar masih terperangkap di dalam kamar-kamar kapal.
Ancaman terbesar kini bukan lagi soal lokasi, melainkan waktu dan cuaca. Arus deras di Perairan Masalembo terbukti mampu menghentikan operasi kapan saja. Jendela keselamatan bagi korban yang mungkin masih bertahan hidup di kantong udara semakin menyempit setiap harinya. Keputusan menarik penyelam demi keselamatan personel memang tepat secara prosedur, tetapi memperlambat laju evakuasi secara drastis.
Langkah selanjutnya sangat bergantung pada pembacaan data oseanografi harian. Jika arus melandai seperti yang diharapkan Sudayana pada Rabu ini, tim penyelam harus langsung mengeksekusi evakuasi melalui akses yang sudah terbuka. Pemerintah perlu mempertimbangkan penambahan unit penyelam spesialis arus kuat jika kondisi Laut Jawa terus tidak bersahabat, mengingat 117 nyawa masih menggantung di kedalaman laut.

