Manuver Poros Jakarta-Moskow: Di Balik Latihan Tempur RI-Rusia Saat Geopolitik Global Memanas

Dunia
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Manuver Poros Jakarta-Moskow: Di Balik Latihan Tempur RI-Rusia Saat Geopolitik Global Memanas
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • TNI AL dan Angkatan Laut Rusia sukses menggelar latihan militer bersama berskala taktis bertajuk "Exercise Orruda" di perairan Vladivostok, Rusia.
  • Latihan ini melibatkan kapal perang canggih kedua negara, KRI I Gusti Ngurah Rai-332 dan Soversenny-333, serta simulasi pertahanan udara dan anti-drone.
  • Kolaborasi ini berlangsung di tengah meningkatnya tensi geopolitik global, menegaskan posisi politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif.

Di tengah dinamika geopolitik global yang kian memanas, khususnya eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah, Indonesia dan Rusia justru mempererat kemitraan strategis mereka di sektor maritim. Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) bersama Angkatan Laut Rusia (Russian Navy) sukses merampungkan latihan militer bersama berskala bilateral yang diberi sandi Exercise Orruda. Latihan taktis ini berlangsung di kawasan strategis Perairan Vladivostok, Rusia, pada 29 hingga 30 Juli.

Berdasarkan rilis resmi dari pihak TNI AL, latihan ini dirancang untuk memperkuat komitmen kedua negara dalam meningkatkan kerja sama pertahanan bilateral. Dalam latihan ini, Indonesia mengirimkan salah satu kapal perang kombatan andalannya, KRI I Gusti Ngurah Rai-332, yang didampingi oleh Helikopter Panther HS-1310. Sementara itu, pihak Rusia mengerahkan kapal perang kelas korvet Soversenny-333 beserta Helikopter Kamov KA-28.

Rangkaian latihan dimulai dengan fase Leaving Harbour yang segera diikuti oleh Join Maneuver Exercise guna menguji sinkronisasi taktis dan formasi manuver di laut lepas. Tidak hanya itu, prajurit dari kedua negara juga memperdalam kemampuan taktis melalui Boarding Exercise (latihan pemeriksaan kapal/VBSS), Gunnery Exercise menggunakan meriam-76, hingga latihan pertahanan udara dan penanggulangan ancaman nirawak (Counter Action Against UAV Exercise). Latihan ditutup dengan Farewell Formation sebagai simbol penghormatan dan persahabatan yang erat antara kedua angkatan laut.

Analisis Pakar

Dari perspektif hubungan internasional, pelaksanaan Exercise Orruda di Vladivostok ini mengirimkan sinyal geopolitik yang sangat kuat ke panggung global. Di saat negara-negara Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat berupaya mengisolasi Rusia secara diplomatik dan ekonomi akibat konflik di Ukraina, Indonesia secara konsisten menunjukkan implementasi nyata dari doktrin politik luar negeri "bebas aktif". Jakarta menolak untuk terjebak dalam polarisasi blok Barat versus Timur, dan memilih untuk mempertahankan kemitraan strategis yang seimbang dengan semua kekuatan besar dunia, termasuk Moskow.

Latihan ini juga mencerminkan upaya Indonesia dalam memperkuat "otonomi strategis" di kawasan Indo-Pasifik. Dengan merangkul Rusia dalam latihan keamanan maritim, Indonesia menegaskan bahwa stabilitas kawasan tidak boleh didominasi oleh satu atau dua kekuatan hegemonik saja. Keterlibatan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 di perairan Pasifik Utara menunjukkan proyeksi kekuatan (power projection) maritim Indonesia yang semakin matang, sekaligus memperluas cakupan diplomasi pertahanan melampaui batas tradisional Asia Tenggara.

Dari sudut pandang militer, latihan bersama ini memberikan keuntungan taktis yang signifikan bagi TNI AL. Berbagi doktrin operasional dengan Angkatan Laut Rusia—yang memiliki reputasi teknologi militer mumpuni—meningkatkan interoperabilitas dan kesiapan tempur prajurit kita. Latihan spesifik seperti penanggulangan drone (UAV) sangat relevan dengan lanskap pertempuran modern saat ini, sebagaimana yang kita saksikan dalam konflik Laut Hitam dan Selat Bab-el-Mandeb. Ini adalah langkah adaptif yang sangat krusial bagi modernisasi taktik pertahanan Indonesia.

Namun, langkah berani ini tentu tidak luput dari pengawasan ketat Washington dan sekutu NATO-nya. Indonesia harus memainkan peran diplomatik yang sangat halus agar kemitraan dengan Rusia ini tidak disalahartikan sebagai pergeseran poros ideologis. Ke depan, tantangan terbesar diplomasi pertahanan Indonesia adalah bagaimana mempertahankan keseimbangan ini: tetap menggelar latihan militer bersama AS (seperti Super Garuda Shield) sekaligus memperdalam interaksi taktis dengan Rusia dan Tiongkok, demi menjaga stabilitas kawasan yang damai dan inklusif.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q: Apa itu Exercise Orruda dan di mana latihan ini dilaksanakan?
A: Exercise Orruda adalah latihan militer bilateral antara TNI Angkatan Laut (TNI AL) dan Angkatan Laut Rusia. Latihan ini digelar di Perairan Vladivostok, Rusia.

Q: Kapal perang apa saja yang terlibat dalam Exercise Orruda?
A: Latihan ini melibatkan kapal perang fregat TNI AL KRI I Gusti Ngurah Rai-332 (bersama Helikopter Panther HS-1310) dan kapal perang korvet Rusia Soversenny-333 (bersama Helikopter Kamov KA-28).

Q: Mengapa latihan militer RI-Rusia ini menarik perhatian dunia internasional?
A: Latihan ini menarik perhatian karena berlangsung di tengah tingginya ketegangan geopolitik global (seperti konflik AS-Iran dan perang Ukraina), serta menunjukkan konsistensi politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan tidak memihak pada blok kekuatan mana pun.

Meow! Tanya Nesi!
😸