Perebutan Kekuasaan di Israel: Gadi Eisenkot Tantang Netanyahu atas Kesepakatan Rahasia dengan Hamas

Dunia
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Perebutan Kekuasaan di Israel: Gadi Eisenkot Tantang Netanyahu atas Kesepakatan Rahasia dengan Hamas
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Gadi Eisenkot menuduh Benjamin Netanyahu menyembunyikan kesepakatan dengan Hamas yang dianggapnya gagal.
  • Survei publik menunjukkan Eisenkot unggul dalam kepercayaan, sementara Netanyahu kehilangan dukungan ekonomi.
  • Pemilihan umum Oktober mendatang menjadi arena pertaruhan antara dua tokoh utama, dengan implikasi regional yang luas.

Dalam kampanye menjelang pemilihan umum Israel pada Oktober, Gadi Eisenkot, mantan Kepala Staf Angkatan Bersenjata dan pemimpin partai baru Yashar, menuduh Benjamin Netanyahu menyembunyikan rincian kesepakatan yang diduga telah dicapai dengan Hamas. Eisenkot menegaskan bahwa setiap perjanjian harus dievaluasi berdasarkan satu kriteria utama: apakah kesepakatan tersebut berhasil menurunkan kemampuan militer dan pemerintahan Hamas, tujuan utama yang ia sebut sebagai “tujuan perang”.

Menurut pernyataan yang diposting di platform X, Eisenkot menilai bahwa operasi militer Israel di Jalur Gaza sejak Oktober 2023 tidak mencapai hampir semua tujuan strategis, kecuali pembebasan sandera Israel. Ia menambahkan bahwa kegagalan Netanyahu untuk mengungkap isi kesepakatan kepada publik menimbulkan “pertanyaan-pertanyaan serius”, termasuk potensi pemaksaan kesepakatan tanpa keterlibatan pemerintah secara langsung.

Ketegangan politik dalam negeri semakin memuncak seiring menurunnya popularitas Netanyahu setelah tujuh periode kepemimpinan. Survei yang dilaporkan oleh Times of Israel menunjukkan bahwa 38 % responden menilai Eisenkot sebagai calon paling dapat dipercaya, mengungguli Netanyahu (27 %) dan mantan Perdana Menteri Naftali Bennett (12 %). Dalam hal kebijakan ekonomi, Bennett memperoleh dukungan terbanyak (28 %) dibandingkan Netanyahu (23 %) dan Eisenkot (16 %).

Di panggung internasional, Israel menghadapi kritik luas atas operasi militernya di Gaza, yang berdampak pada hubungan dengan sekutu tradisional, termasuk Amerika Serikat. Perbedaan pandangan antara Israel dan Presiden Donald Trump mengenai strategi melawan Iran menambah kompleksitas diplomatik yang sedang berlangsung.

Analisis Pakar

Penilaian Eisenkot mencerminkan perubahan paradigma dalam politik keamanan Israel. Sebagai mantan panglima militer, ia menekankan bahwa keberhasilan militer tidak dapat diukur hanya dari penghancuran infrastruktur musuh, melainkan dari kemampuan untuk mengamankan perdamaian jangka panjang. Kritiknya terhadap operasi Gaza menyoroti kegagalan strategis yang lebih luas: meskipun Israel berhasil mengurangi kemampuan operasional Hamas, konflik berkelanjutan telah menimbulkan krisis kemanusiaan yang memperburuk citra internasional Israel.

Ketidakjelasan mengenai isi kesepakatan dengan Hamas menimbulkan risiko politik yang signifikan. Jika kesepakatan tersebut memang ada namun tidak dipublikasikan, hal ini dapat memperparah ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah. Di sisi lain, mengungkap detail kesepakatan dapat menimbulkan tekanan internal dari koalisi politik yang menentang kompromi dengan Hamas. Dinamika ini memperlihatkan betapa sensitifnya isu keamanan nasional dalam konteks demokrasi parlementer Israel.

Secara regional, ketegangan antara Israel dan Iran tetap menjadi faktor penghambat. Perbedaan strategi antara Israel dan Amerika Serikat, khususnya terkait kebijakan terhadap Iran, dapat memicu pergeseran aliansi di Timur Tengah. Jika Netanyahu gagal mengelola hubungan ini, ia berisiko kehilangan dukungan strategis yang selama ini menjadi pilar kebijakan luar negeri Israel.

Terakhir, hasil survei menunjukkan bahwa pemilih Israel semakin mengutamakan kredibilitas dan kemampuan manajerial dalam memilih pemimpin. Eisenkot, dengan latar belakang militer, tampaknya berhasil memposisikan dirinya sebagai figur yang dapat menegakkan keamanan sekaligus menawarkan transparansi. Sementara itu, Bennett menonjol dalam bidang ekonomi, menandakan bahwa isu-isu domestik seperti biaya hidup dan inflasi menjadi pertimbangan utama bagi pemilih menjelang pemilihan Oktober.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apa isi utama kesepakatan antara Israel dan Hamas yang dituduh disembunyikan?
  • A: Pemerintah Israel belum mengumumkan rincian resmi; spekulasi menyebutkan kemungkinan gencatan senjata, penarikan pasukan, dan rencana rekonstruksi Gaza, namun detailnya masih dirahasiakan.
  • Q: Siapa saja kandidat utama dalam pemilihan umum Israel 2024?
  • A: Kandidat utama meliputi Gadi Eisenkot, Benjamin Netanyahu, dan mantan Perdana Menteri Naftali Bennett.
  • Q: Bagaimana dampak operasi militer di Gaza terhadap posisi politik Netanyahu?
  • A: Operasi tersebut menurunkan popularitas Netanyahu, terutama karena kegagalan mencapai tujuan strategis selain pembebasan sandera, serta menimbulkan kritik internasional yang memperlemah dukungan domestik.
Meow! Tanya Nesi!
😾