⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.3 di 62 km W of Tobelo, Indonesia pada 5/8/2026, 23.50.18. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.

Gempa M5,3 di Laut Pangandaran Guncang Bandung: BMKG Ungkap Risiko dan Aftershock

Berita Daerah
Budi SantosoBudi Santoso
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Gempa M5,3 di Laut Pangandaran Guncang Bandung: BMKG Ungkap Risiko dan Aftershock
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Gempa tektonik magnitude 5,3 mengguncang laut selatan Pangandaran pada 21.55 WIB, Rabu 5 Agustus.
  • Getaran terasa hingga Bandung dan Sukabumi dengan intensitas III‑MMI.
  • BMKG mencatat kedalaman dangkal 14 km, menandai aktivitas sesar aktif, dan melaporkan satu aftershock magnitude 2,2.

Pukul 21.55 WIB, sebuah gempa bumi tektonik magnitude 5,3 terjadi di laut selatan Pangandaran, Jawa Barat, berjarak sekitar 79 km arah barat‑daya dari pusat kabupaten. Menurut BMKG, kedalaman gempa hanya 14 km, menandakan pergerakan pada sesar aktif yang berada di lapisan kerak bumi yang relatif dangkal.

Koordinat episenter tercatat pada 8.17° LS, 107.86° BT. Karena posisi dan kedalaman yang sempit, gempa tidak menimbulkan potensi tsunami, namun getarannya meluas hingga Bandung dan Sukabumi. Masyarakat di beberapa kecamatan Bandung melaporkan intensitas III pada skala Modified Mercalli (MMI), yang berarti getaran terasa jelas di dalam rumah, seolah‑olah ada truk berat melintas.

Di Kabupaten Bandung, kecamatan yang melaporkan intensitas III meliputi Arjasari, Kertasari, Baleendah, Dayeuhkolot, Majalaya, Nagrak, dan Solokanjeruk. Sementara di wilayah Soreang, Pangalengan, dan Ciwidey tercatat intensitas II‑III. Kabupaten dan kota Sukabumi juga merasakan guncangan serupa. Di daerah yang lebih jauh seperti Sumedang, Parongpong, Cihanjuang, Ngamprah, Lembang, dan Pelabuhan Ratu, intensitas hanya II, cukup untuk menggerakkan benda‑benda ringan yang tergantung.

Direktur Gempabumi dan Tsunami Wijayanto menambahkan bahwa hingga pukul 22.30 WIB, BMKG mencatat satu aftershock bermagnitudo 2,2. Meskipun kecil, keberadaan aftershock menegaskan bahwa zona sesar masih aktif dan memerlukan pemantauan intensif.

Analisis Pakar

Secara geofisika, gempa dengan kedalaman hanya 14 km menandakan pergerakan lempeng tektonik pada zona lemah yang rentan terhadap rekahan berulang. BMKG telah menegaskan bahwa ini adalah gempa dangkal, namun tidak boleh dianggap remeh. Sejarah rekam jejak seismik di wilayah Pangandaran menunjukkan pola gempa berulang dengan magnitudo menengah, yang bila tidak diantisipasi dapat bereskalasi menjadi bencana yang lebih parah, terutama bila terjadi di daerah padat penduduk.

Ketidakmampuan sebagian wilayah untuk merasakan peringatan dini menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan sistem peringatan gempa di Jawa Barat. Meskipun tidak ada tsunami, getaran yang terasa di Bandung dan sekitarnya mengindikasikan bahwa infrastruktur bangunan belum sepenuhnya tahan gempa. Pemerintah daerah harus segera meninjau kembali standar konstruksi, terutama pada bangunan publik dan hunian di zona rawan.

Selain itu, respons cepat BMKG dalam mengeluarkan pernyataan resmi dan memantau aftershock patut diapresiasi, namun transparansi data seismik harus lebih terbuka. Publik berhak mengakses peta seismik real‑time, sehingga dapat melakukan penilaian risiko secara mandiri. Keterbatasan informasi dapat menumbuhkan kepanikan atau, sebaliknya, menimbulkan rasa aman palsu.

Terakhir, fenomena aftershock meski bermagnitudo kecil, menandakan tekanan tektonik yang belum terlepas sepenuhnya. Penelitian lanjutan oleh lembaga akademik dan lembaga survei geologi harus dipercepat, dengan fokus pada pemetaan sesar aktif di wilayah selatan Jawa Barat. Hanya dengan data yang komprehensif, kebijakan mitigasi bencana dapat dirumuskan secara ilmiah, bukan sekadar reaktif.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apakah gempa magnitude 5,3 di Pangandaran berpotensi menimbulkan tsunami?
    A: BMKG memastikan tidak ada potensi tsunami karena kedalaman gempa yang dangkal dan lokasi episenter di laut terbuka.
  • Q: Mengapa getaran gempa terasa sampai Bandung?
  • A: Kedalaman 14 km membuat energi seismik menyebar secara horizontal, sehingga wilayah daratan yang relatif dekat merasakan getaran meski jaraknya lebih dari 70 km.
  • Q: Apa yang harus dilakukan warga setelah merasakan gempa?
  • A: Tetap tenang, hindari area berbahaya, periksa kerusakan struktural rumah, dan ikuti instruksi resmi dari BMKG serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah.
Meow! Tanya Nesi!
😸