Kim Jong Un Dorong Konsumsi, Strategi Kendali Ekonomi dan Stabilitas Sosial
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Kim Jong Un mempercepat gelombang hiburan dan belanja di Korea Utara, mendorong warganya sejak 2025 untuk mengunjungi kafe, pusat perbelanjaan mewah, serta fasilitas rekreasi baru di Pyongyang, Wonsan, dan Samjiyon. Kebijakan ini bertujuan menstabilkan ekonomi negara dan meredam keresahan kelas menengah yang kini memiliki tabungan namun sedikit pilihan belanja resmi.
Lonjakan Impor dan Infrastruktur Rekreasi
Impor peralatan pijat dari China melonjak 40 kali lipat dalam satu dekade, sementara pengiriman treadmill meningkat lebih dari 600%. Pemerintah juga menambah piano, bumper cars, dan fasilitas lain, mengisi jaringan konsumsi domestik. Resor pantai Wonsan Kalma, hotel mewah di Samjiyon, serta taman air dan ski kini menjadi landmark baru, dengan lebih dari 300.000 pengunjung domestik pada paruh kedua 2025.
Strategi Ekonomi di Balik Konsumsi
Menurut Kang Seong‑hyeon dari Hyundai Research Institute, langkah ini bukan sekadar meningkatkan taraf hidup, melainkan mengalihkan produksi, distribusi, dan arus modal dari pasar informal ke dalam kerangka ekonomi Korea Utara yang dikelola negara. Dengan menyalurkan uang tabungan kelas menengah ke sektor resmi, pemerintah mengurangi tekanan pada pasar barang pokok dan menunda potensi keresahan sosial.
Ruediger Frank, ekonom Universitas Wina, menekankan bahwa konsumsi ini “membeli waktu” bagi rezim, namun tidak menjamin loyalitas jangka panjang. Ia memperingatkan bahwa strategi ini hanya menunda tantangan struktural yang lebih dalam.


