Dokumenter NAZA Pecahkan Rekor Standing Ovation di Venice Film Festival 2026
Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Film dokumenter NAZA, karya jurnalis investigatif Israel Yuval Abraham dan Rachel Szor, memukau penonton dengan standing ovation 24,5 menit pada pembukaan VeniceFilmFestival 10 September 2026, menyoroti tragedi genosida di Gaza yang memicu reaksi emosional global.
Rekor Standing Ovation
Rekor tepuk tangan ini melampaui catatan sebelumnya yang dipegang film The Voice of Hind Rajab (22 menit, 2025) dan jauh mengungguli Bunker yang dibintangi Penelope Cruz serta Javier Bardem (16 menit 30 detik). Penonton tak henti mengangkat tangan, menciptakan momen yang belum pernah terjadi di festival tersebut.
Konten dan Pengungkapan NAZA
NAZA (singkatan dari frasa Ibrani "nezek agavi") mengungkap perkiraan korban sipil yang diprediksi oleh Israeli Defense Force (IDF) dalam serangan udara di Gaza sejak Oktober 2023. Direkam secara rahasia dari atap‑atap Tel Aviv, film ini menampilkan wawancara eksklusif dengan 24 perwira dan prajurit intelijen militer Israel, serta data korban yang dikumpulkan dari TheGuardian, +972 Magazine, dan Local Call.
Respon Kritikus
Di Rotten Tomatoes, NAZA mencatat Tomatometer 100 % dari 14 ulasan dengan nilai rata‑rata 9/10. Metacritic memberi skor 96/100 berdasarkan 13 kritikus, menandakan pujian universal. Kritikus film menilai dokumenter ini sebagai "penggalian berani yang menggabungkan investigasi mendalam dengan narasi emosional yang kuat".
Momen Emosional di Venice
Standing ovation dipimpin oleh produser eksekutif sekaligus sutradara Oscar, Jonathan Glazer, yang memeluk erat duo sutradara di tengah kerumunan penonton, sambil mengibarkan bendera Palestina. Yuval Abraham, peraih Oscar 2025 untuk "No Other Land", mengaku terdorong memanfaatkan posisinya sebagai warga Israel untuk mengkritisi institusi militer negaranya.
Film NAZA tidak hanya mencetak rekor festival, tetapi juga membuka ruang diskusi internasional tentang kebijakan militer dan hak asasi manusia di wilayah konflik.


