Longsor Tutup Jalan Alternatif Langkat‑Karo, Kendaraan Bergantian, Air Bersih Terputus
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengumumkan perbaikan jalan alternatif yang menghubungkan Kabupaten Langkat dan Kabupaten Karo mulai Oktober 2026, setelah longsor di Dusun Pamah Semelir, Desa Telagah menutup sebagian jalur dan memaksa kendaraan melintas secara bergantian.
Kerusakan fisik dan operasional
Longsor menimbulkan amblasnya sebagian badan jalan, menyisakan lebar hanya cukup untuk satu kendaraan. Akibatnya, kendaraan yang melintas harus menunggu giliran, memperlambat arus transportasi antara kedua kabupaten.
Gangguan jaringan air bersih
Pipa distribusi air bersih yang berada di sekitar lokasi juga terputus, meninggalkan warga tanpa pasokan selama tiga pekan. Plt Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti menegaskan prioritas perbaikan pipa agar warga dapat kembali mengakses air bersih secepatnya.
Respons pemerintah
Nasution menjanjikan pembangunan akses sementara untuk menjaga mobilitas warga sambil menyiapkan pasokan air bersih darurat. "Nanti kita kirim air ya untuk masyarakat," ujarnya setelah mendengar keluhan warga.
Reaksi masyarakat
Warga Desa Telaga, Kecamatan Sungai Bingei, Ade Sembiring mengeluhkan tiga pekan tanpa air bersih dan menekankan pentingnya perbaikan jalan agar distribusi barang serta aktivitas sehari‑hari antara Karo dan Langkat dapat kembali normal.
Harapan warga tetap pada percepatan perbaikan jalan dan pemulihan layanan dasar, sehingga aktivitas ekonomi dan sosial tidak terus terdampak.


