Pertamina Patra Niaga Gandeng Warga Rutan Bantul Produksi Eco‑Furniture dari Sampah Plastik
Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Pertamina Patra Niaga menggandeng warga binaan Rutan Kelas IIB Bantul pada Jumat, 11 September, untuk mengubah tutup botol plastik menjadi eco-furniture, memperluas program GO‑SARI yang menekankan ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah.
Program GO‑SARI dan Proses Produksi
GO‑SARI, platform terpadu berbasis masyarakat, mengubah sampah anorganik menjadi lembaran papan plastik melalui pencacahan dan pemadatan. Papan tersebut kemudian dibawa ke Rutan Bantul, di mana warga binaan merakitnya menjadi beragam produk, mulai dari gantungan kunci hingga set meja dan kursi.
Pemberdayaan SDM di Lapas
Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Agus Widodo, menjelaskan sinergi muncul karena Pertamina membutuhkan tenaga terampil, sementara rutan memiliki narapidana dengan latar belakang pembuatan furnitur. Saat ini 30 warga binaan, mayoritas kasus pidana umum dengan perilaku baik, aktif dalam program yang baru berjalan dua bulan.
Model Bisnis dan Nilai Ekonomi
Produk-produk yang dihasilkan dipasarkan melalui pameran daerah, termasuk Bantul Creative Expo. Harga jual berkisar Rp5.000 untuk gantungan kunci hingga Rp1,8 juta untuk set meja‑kursi. Keuntungan dibagi 50 % untuk para pekerja, 15 % untuk PNBP, dan 35 % untuk operasional rutan, memberikan insentif finansial langsung kepada narapidana.
Insight Bisnis
Kolaborasi ini menunjukkan potensi model bisnis berbasis sustainability yang menggabungkan sumber daya limbah, tenaga kerja terlatih, dan pasar lokal. Bagi perusahaan energi, inisiatif semacam ini tidak hanya menurunkan biaya bahan baku, tetapi juga memperkuat citra ESG (Environmental, Social, Governance) yang semakin menjadi faktor penilaian investor.


