Dua Siswi Korban Diduga Keracunan Program MBG di Karo Dirujuk ke RSCM
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Dua siswi asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang mengalami gangguan kesehatan serius akibat diduga keracunan makanan bergizi gratis (MBG) resmi dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta pada akhir pekan lalu. Kedua pasien berinisial Febiona Purba dan Agnesia Parulina ini tiba didampingi orang tua serta tenaga medis untuk mendapatkan intervensi medis lanjutan.
Penanganan Medis oleh Tim Ahli RSCM
Humas RSCM, Sylvia, mengonfirmasi bahwa kedua pasien telah diterima dan kini berada dalam pengawasan intensif tim medis rumah sakit rujukan nasional tersebut. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan pihaknya langsung mengumpulkan sejumlah tim ahli lintas spesialisasi untuk menangani kasus ini menyusul instruksi langsung dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang sempat meninjau langsung para korban di Sumatera Utara.
Tim medis yang dikerahkan mencakup dokter spesialis anak, ahli neurologi, psikiater anak, ahli penyakit dalam, hingga tim kolegium anak. Menteri Kesehatan menyebutkan bahwa hasil pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi fisik dan psikologis pasien akan rampung dalam rentang waktu satu hingga dua hari ke depan.
Kronologi Rujukan dan Kondisi Korban
Sebelumnya, ratusan siswi di Kabupaten Karo dilaporkan mengalami gangguan kesehatan massal usai mengonsumsi menu program MBG. Dari total korban yang ada, kondisi Febiona dan Agnesia dinilai paling mengkhawatirkan sehingga memerlukan penanganan di fasilitas kesehatan tingkat lanjut. Febiona dilaporkan mengalami gejala hilang ingatan, sementara Agnesia diduga menderita gangguan fungsi ginjal.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution turut mengantarkan keberangkatan kedua anak tersebut di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang. Menurutnya, pemindahan perawatan ke Jakarta dilakukan atas instruksi khusus dari Wakil Presiden agar para korban mendapatkan fasilitas diagnostik dan pengobatan yang paling optimal.


