Menkeu Purbaya Pastikan Sinergi Fiskal-Moneter dengan Bank Indonesia Kian Solid
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan koordinasi antara pemerintah dan Bank Indonesia (BI) kini berjalan jauh lebih harmonis demi menjaga stabilitas perekonomian nasional. Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya di hadapan Komite IV DPD RI pada Senin (14/9), sekaligus menegaskan bahwa hubungannya dengan Gubernur BI, Destry Damayanti, berada dalam kondisi yang sangat positif.
Sinergi ini ditunjukkan secara terbuka saat Destry, yang turut hadir dalam rapat kerja tersebut, memberikan gestur jari kelingking sebagai simbol perdamaian yang kemudian disambut hangat dengan acungan jempol oleh Purbaya. Keakraban ini didasari oleh rekam jejak kolaborasi yang panjang saat keduanya sama-sama bertugas di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Rekam Jejak Bersama Permudah Sinergi Kebijakan
Purbaya mengungkapkan bahwa hubungan profesional yang telah terbangun selama bertahun-tahun di LPS memangkas hambatan komunikasi di antara kedua lembaga tinggi negara tersebut. Sinergi yang erat ini dinilai sangat penting untuk menyelaraskan kebijakan fiskal dan moneter secara maksimal di tengah dinamika ekonomi.
Sebelumnya, hubungan koordinasi antara Kementerian Keuangan dan BI sempat mendapat sorotan publik, terutama ketika Perry Warjiyo masih menjabat sebagai Gubernur BI. Kendati demikian, kedua institusi terus berkomitmen menjaga komunikasi yang solid demi menjaga stabilitas makroekonomi Indonesia.
Dari perspektif makroekonomi, harmonisasi yang kuat antara otoritas fiskal dan moneter merupakan pilar krusial dalam menjaga kepercayaan pasar. Ketika koordinasi berjalan mulus tanpa hambatan komunikasi, perumusan kebijakan bauran (policy mix) untuk meredam gejolak ekonomi global dapat dieksekusi dengan lebih cepat dan efektif.


