Erick Soedjasa Ditangkap di Bandara: Dari Singapura ke Penangkapan, Berita Penggelapan Rp37,4 Miliar Terungkap
Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Erick Soedjasa, mantan eksekutif PT Asli Rancangan Indonesia, ditangkap Bareskrim Polri di Bandara Juanda, Surabaya, setelah tiba dari Singapura. Penangkapan ini menyusul tuduhan penggelapan dana senilai Rp37,4 miliar dalam kasus penipuan atau penggelapan dalam jabatan, yang dilaporkan sejak Agustus 2022.
Tersangka, yang selama ini kabur, kini membantah alasan kaburnya karena perawatan kesehatan. Kuasa hukumnya, Irjen (Purn) Hapsoro Wahyu, mengklaim kliennya pergi ke Singapura untuk berobat kanker usus dan memiliki rekam medis yang mendukung. Namun, penjelasan ini terasa terlalu sederhana saat dikaitkan dengan bukti-bukti yang telah dikumpulkan Polri.
Rekayasa Bisnis Reseller: Bagaimana Uang Rp37,4 Miliar Disalipkan?
Kasus ini melibatkan struktur bisnis reseller di PT Asli Rancangan Indonesia, perusahaan penyedia sistem verifikasi biometrik/e-KYC. Menurut Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim, Brigjen Ade Safri Simanjuntak, Rionald Anggara Soerjanto—Direktur Operasional perusahaan—mengatur kerja sama pemasaran dengan reseller yang menerima fee tanpa melakukan pemasaran sebenarnya. Erick Soedjasa diduga berperan sebagai jembatan antara Rionald dan reseller Michael WW Cheung.
Michael menerima fee sebesar Rp10,38 miliar dari 19 pelanggan, di antaranya enam pelanggan bukan hasil pemasarannya. Dari total ini, Erick menerima aliran dana sebesar Rp4,6 miliar—uang yang kini menjadi titik sorot utama penuntutan.
Alasan Kabur: Ancaman atau Perawatan?
Hapsoro mengaku Erick Soedjasa ingin kembali ke Indonesia sejak lama, namun takut ditangkap. Namun, keterangan ini bertentangan dengan bukti-bukti yang menunjukkan Erick terlibat dalam aliran dana yang mencurigakan. Polri telah mengungkap bahwa Erick menerima uang dari Michael dan Rionald, meskipun tidak terlibat dalam struktur operasional perusahaan.
Hapsoro juga mengklaim Erick tidak terlibat dalam rekayasa bisnis reseller. Namun, bukti yang dikumpulkan Polri menunjukkan Erick mempertemukan Michael dengan Rionald, mengatur pembagian fee, dan menerima aliran dana yang mencurigakan.
Kritikan: Mengapa Penangkapan Terlambat?
Penangkapan Erick Soedjasa terjadi setelah lebih dari satu tahun pelaporan kasus. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas penyelidikan dan koordinasi antarlembaga. Apakah ada hambatan dalam proses penyelidikan yang membuat kasus ini terlambat terungkap?
Saat ini, Erick Soedjasa siap mengembalikan uang yang ia terima jika dinyatakan sebagai hasil kejahatan. Namun, pertanyaan mendasar masih berdiri: mengapa dia kabur selama ini? Apakah karena ancaman atau karena kesadaran atas kejahatan yang dilakukan?
Pertanyaan Terkait
1. Apakah Erick Soedjasa benar-benar sakit dan pergi ke Singapura untuk berobat? Hapsoro mengklaim memiliki rekam medis yang mendukung, namun bukti ini belum cukup untuk membuktikan alasan kaburnya.
2. Bagaimana peran Erick Soedjasa dalam aliran dana Rp37,4 miliar? Erick diduga sebagai jembatan antara Rionald dan reseller, namun belum ada penjelasan yang memuaskan tentang perannya dalam rekayasa bisnis reseller.


