Jadwal Indonesia di Asian Games 2026: Lima Atlet Modern Pentathlon Berlaga 16 September
Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Kontingen Indonesia kembali melanjutkan perjuangan di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya pada Rabu (16/9), dengan cabang olahraga modern pentathlon sebagai wakil yang bertanding hari ini di Anjo Sports Park.
Indonesia mengirimkan lima wakil yang terdiri dari tiga putri dan dua putra untuk mengikuti tiga nomor pertandingan modern pentathlon dalam Asian Games 2026. Kelima atlet pentathlon Indonesia itu adalah Nurfa Inayah Nurul Qalbi, Sri Wahyuni, Caroline Andita Bangun (putri), Samuel Christian Mayulatuwa dan M. Ifsan (putra). Sedangkan nomor pertandingan yang diikuti: individu putra, individu putri, dan beregu putri.
Cabor pentathlon pada Rabu, 16 September, akan mempertandingkan nomor tunggal putri dan tunggal putra di Anjo Sports Park. Nomor tunggal putri pertandingan anggar akan berlangsung pada pukul 08:00 waktu setempat atau pukul 06:00 waktu Indonesia. Sementara nomor tunggal putra pertandingan anggar akan digelar pada pukul 14:30 waktu setempat atau pukul 12:30 waktu Indonesia.
Dikutip dari Antara, PP Modern Pentathlon Indonesia (MPI) tidak menargetkan target tinggi kepada para atlet dalam Asian Games 2026. "Jadi, kami realistis saja dan tak mau membebani atlet. Yang penting, mereka tampil semaksimal mungkin dan mudah-mudahan bisa membuat kejutan di nomor beregu putri," kata Sekjen MPI Ridwan Gultom.
Jadwal Wakil Indonesia di Asian Games 2026, Rabu 16 September: nomor tunggal putri dan tunggal putra di Anjo Sports Park, dengan anggar putri pukul 08:00 waktu setempat atau 06:00 waktu Indonesia, lalu anggar putra pukul 14:30 waktu setempat atau 12:30 waktu Indonesia.
Bagi publik, jadwal ini menjadi penanda bahwa perjuangan Indonesia di Asian Games 2026 berlanjut lewat cabang yang jarang mendapat sorotan. Modern pentathlon menuntut ketenangan, ketepatan, dan stamina, sehingga penampilan lima atlet hari ini akan menjadi ujian tersendiri di tengah ekspektasi yang tidak dipatok tinggi oleh pengurus.
Analisis Redaksi
Keputusan MPI untuk tidak memasang target tinggi adalah pilihan realistis. Pernyataan Ridwan Gultom menunjukkan tekanan kepada atlet dikurangi, sementara harapan kejutan tetap dibuka, khususnya di nomor beregu putri. Dalam konteks Asian Games 2026, sikap itu menjadi cara menjaga fokus lima atlet agar tidak terbebani.
Yang perlu diwaspadai adalah jadwal anggar yang berlangsung lebih dulu. Nomor tunggal putri turun pagi, nomor tunggal putra siang. Jika para atlet mampu melewati fase anggar dengan baik, momentum untuk nomor berikutnya bisa lebih terjaga. Sebaliknya, kesalahan kecil di awal bisa menekan mental dan memengaruhi keseluruhan penampilan.
Langkah selanjutnya secara logis adalah memastikan lima atlet tampil maksimal tanpa beban berlebih. Nomor beregu putri menjadi titik yang paling mungkin memunculkan kejutan, sejalan dengan harapan MPI. Apa pun hasilnya, kehadiran mereka di Anjo Sports Park tetap menjadi bagian dari perjuangan Indonesia di Asian Games 2026.


