Airlangga Dorong Investor Kanada Manfaatkan Momentum ICA-CEPA di Toronto

Ekonomi & Pasar
Siti AmaliaSiti Amalia
Sumber: CNN Ekonomi
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Airlangga Dorong Investor Kanada Manfaatkan Momentum ICA-CEPA di Toronto
BAGIKAN:

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto memanfaatkan panggung Canada-ASEAN Business Council (CABC) Executive Dialogue di Toronto untuk mendorong investor Kanada supaya segera menata posisi di pasar Indonesia, memanfaatkan momentum implementasi ICA-CEPA sebagai perjanjian dagang bilateral pertama Kanada dengan negara anggota ASEAN.

Perjanjian yang disepakati di Ottawa tahun 2025 lalu menjanjikan penghapusan atau penurunan tarif atas lebih dari 90 persen pos tarif produk Indonesia ke Kanada, sedangkan Indonesia akan membalas dengan治近 86 persen pos tarif produk Kanada. "ICA-CEPA adalah instrumen yang tepat, di waktu yang tepat," tegas Airlangga di hadapan para pengusaha kedua negara, Senin (14/9).

Cakupan kerja sama tak hanya soal tarif. Perjanjian ini membuka lebar peluang di sektor-sektor komplementer: hilirisasi mineral kritis seperti nikel dan bahan baterai, energi bersih dan terbarukan, agri-pangan serta perikanan berkelanjutan, infrastruktur, hingga jasa keuangan dan digital. Pemerintah, kata Airlangga, tengah aktif menyusun kerangka kerja pendukung agar roda investasi bisa berputar begitu perjanjian berlaku efektif.

Saat ini ratifikasi kedua negara sudah rampung. Tahap teknis, termasuk penetapan rules of origin, sedang dibahas lebih lanjut. Airlangga menilai dialog dengan pelaku usaha krusial karena mereka yang nanti jadi ujung tombak mewujudkan manfaat ICA-CEPA secara konkret. "Saya mendorong forum ini menjadi ajang pertukaran gagasan dua arah," ujarnya, "dan berharap masukan hari ini diterjemahkan jadi tindak lanjut konkret."

Di kesempatan terpisah, Airlangga juga menyampaikan sambutan di CABC Reception bersama Menteri Industri Kanada Mélanie Joly, serta berdiskusi dengan CEO AtkinsRealis Ian L. Edwards soal kerja sama energi nuklir, dan CEO Sun Life Kevin D. Strain untuk memperkuat kolaborasi sektor keuangan. Topik investasi meliputi mineral kritis, transisi energi, ketahanan pangan, hingga AI.

Analisis Redaksi

Kunjungan Airlangga ke Toronto menandai geser fokus diplomasi ekonomi dari sekadar menandatangani MoU ke tahap eksekusi teknis yang menentukan grow atau tidaknya investasi nyata. Rules of origin jadi kunci: kalau ketat, produk Indonesia sulit menikmati preferensi tarif; kalau longgar, Kanada khawatir jadi pintu masuk barang pihak ketiga. Negosiasi teknis ini akan menguji seriusnya kedua pihak.

Sektor mineral kritis dan nuklir jadi indikator komitmen jangka panjang. Kanada punya teknologi dan modal; Indonesia punya cadangan nikel terbesar dunia. Tapi hilirisasi butuh kejelasan regulasi, listrik murah, dan jaminan hukum — bukan hanya janji di pidato. Diskusi dengan AtkinsRealis soal nuklir juga sinyal Indonesia mulai serius mempertimbangkan opsi kontroversial tapi strategis untuk net zero emission 2060.

Untuk pelaku usaha domestik, sinyalnya jelas: bersiaplah berkompetisi dengan standar Kanada. ICA-CEPA bukan hadiah gratis; ia memaksa efisiensi, sertifikasi, dan peningkatan kualitas produk. Siapa yang mulai menyesuaikan standar sejak sekarang, dia yang akan memetik buah saat gerbang tarif terbuka lebar.

Meow! Tanya Nesi!
😸